Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

Jokowi Singgung Anies-Ganjar yang Minta Prabowo Buka Data Pertahanan: Banyak yang Harus Dirahasiakan

Jokowi menanggapi debat Pilpres 2024. Singgung Anies-Ganjar yang minta Prabowo buka data pertahanan. Sebut ada yang dirahasiakan tak semua bisa dibuka

Editor: Frandi Piring
Dok. Sekretariat Presiden
Jokowi menanggapi debat Pilpres 2024. Singgung Anies-Ganjar yang minta Prabowo buka data pertahanan. Sebut ada yang dirahasiakan tak semua bisa dibuka 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Jokowi buka suara soal debat debat pemilihan presiden (Pilpres) 2024 yang digelar Minggu (1/8/2024) malam.

Jokowi menyoroti momen debat soal pertahanan antara ketiga calon presiden (capres), yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

Menyinggung pernyataan dari capres nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo kepada capres nomor urut 2 Prabowo Subianto terkait data pertahanan negara.

Diketahui, Prabowo kini aktif menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI.

Pada momen itu, Ganjar dan Anies meminta kepada Prabowo agar membuka data pertahanan karena tidak perlu dirahasiakan dari publik.

Alasannya agar rakyat tahu situasi pertahanan negara saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan, tidak semua data soal pertahanan negara bisa dibuka di dalam forum terbuka seperti debat pemilihan presiden (pilpres).

Jokowi menyebutkan, memang banyak data pertahanan yang harus dirahasiakan karena menyangkut strategi sebuah negara.

"Yang berkaitan dengan pertahanan, yang berkaitan dengan keamanan negara, yang berkaitan dengan alutsista (alat utama sistem persenjataan) itu ada yang bisa terbuka, tapi memang banyak yang harus kita rahasiakan," ujar Jokowi di Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

"Karena ini menyangkut strategi besar sebuah negara, enggak bisa semuanya dibuka kayak toko kelontong enggak bisa. Enggak bisa," kata Jokowi lagi menegaskan.

Diketahui, calon presiden (capres) nomor urut 2 yang juga menjabat Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto sempat diminta membuka sejumlah data terkait pertahanan dalam debat pilpres ketiga yang digelar pada Minggu (1/8/2024) malam.

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan dan capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo sama-sama meminta kepada Prabowo Subianto untuk membongkar sejumlah data pertahanan.

Sebagai contoh, data soal minimum essential force (MEF) dan pengadaan alustsista bekas.

Debat Capres 2024 soal pertahanan. Capres Prabowo, Ganjar dan Anies panggung debat.
Debat Capres 2024 soal pertahanan. Capres Prabowo, Ganjar dan Anies panggung debat. (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

Permintaan buka data itu dilontarkan Ganjar dan Anies karena Prabowo sempat menyatakan bahwa data terkait pertahanan yang dipegang kedua lawannya itu tidak tepat.

Tetapi Prabowo tidak membuka data yang benar dengan beralasan tidak mempunyai cukup waktu untuk menjelaskannya dalam forum debat capres.

Prabowo justru mengatakan bersedia menjelaskan data-data tersebut kepada Anies dan Ganjar dalam forum lain di luar forum debat capres.

Baca juga: Hasil Debat Capres, Relawan Nilai Prabowo Subianto Unggul dan Paham Substansi Materi

Jokowi Sesalkan Debat yang Saling Menjatuhkan

Presiden ke-7 RI ini mengatakan, pelaksanaan debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang dilaksanakan pada Minggu (7/1/2024) malam kurang menampilkan substansi dan visi para calon presiden (capres).

Jokowi juga menyoroti soal saling serang antar capres dalam debat tersebut.

"Yang pertama, saya memang melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan.

Yang kelihatan justru saling menyerang, yang sebetulnya enggak apa-apa, asal (itu soal) kebijakan.

Asal policy. Asal visi ya enggak apa-apa," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

"Tapi, kalau yang sudah menyerang personal, pribadi yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam, mengenai apa hubungan internasional, mengenai geopolitik,

dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton," katanya lagi.

Oleh karena itu, menurut Presiden, kemungkinan ada banyak orang kecewa dengan jalannya debat capres pada Minggu malam.

Presiden Jokowi kemudian meminta agar debat pilpres selanjutnya diformat dengan lebih baik lagi.

"Ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi (soal) kebijakan, policy, visinya yang diserang," ujar Jokowi.

"Bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak perlu.

Enggak, enggak baik, tidak mengedukasi," katanya lagi menegaskan.

Prabowo Subianto tersenyum sekaligus menggelengkan kepala dan mengangkat bahu saat Anies Baswedan bicara utang negara untuk membeli alutsista bekas.
Prabowo Subianto tersenyum sekaligus menggelengkan kepala dan mengangkat bahu saat Anies Baswedan bicara utang negara untuk membeli alutsista bekas. (Tribunews)

Adapun debat ketiga Pilpres 2023 pada Minggu malam diikuti oleh calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan; capres nomor urut 2 Prabowo Subianto; dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo.

Debat capres kedua itu digelar di Istora Senayan, Jakarta dengan mengusung pertahanan, keamanan, hubungan internasional dan geopolitik.

Dalam debat memang beberapa kali ada adu argumen antar capres mengenai visi-misi terkait tema yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Baca juga: CEK FAKTA: Kritik Anies ke Prabowo Soal Anggaran Kemhan Rp700 Triliun Hanya Beli Alutsista Bekas

Tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved