Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hadiri Acara PGI, Cawapres Mahfud MD Cerita Diskusi Bung Karno hingga Maramis

Menko Polhukam RI yang juga Cawapres Mahfud MD menceritakan peran Bung Karno, Bung Hatta hingga Maramis (AA Maramis) mendirikan Negara Pancasila.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menko Polhukam RI Mahfud MD saat menyampaikan pidato dalam acara Syukuran Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GRHA Oikoumene Jakarta pada Jumat (5/1/2024). Menko Polhukam RI yang juga Cawapres Mahfud MD menceritakan peran Bung Karno, Bung Hatta hingga Maramis (AA Maramis) mendirikan Negara Pancasila. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Menko Polhukam RI yang juga Cawapres Mahfud MD menceritakan peran Bung Karno, Bung Hatta hingga Maramis (AA Maramis) mendirikan Negara Pancasila.

Cerita itu diangkat Mahfud saat pidato terkait keberagaman Indonesia, sejarah terbentuknya Pancasila, toleransi, hingga pilihan politik dalam acara Syukuran Awal Tahun Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) di GRHA Oikoumene Jakarta pada Jumat (5/1/2024).

Salah satu hal yang ditekankan Mahfud di antaranya terkait perlunya penguatan rasa saling menghargai dan saling menghormati secara terus menerus.

Rasa persatuan, dan persaudaraan, kata Mahfud, harus terus diperkokoh.

Serta kebersamaan dalam kebhinekaan, kata dia, harus diteguhkan.

Dengan demikian, lanjut dia, maka masyatakat akan terhindar dari rasa curiga, apalagi membenci.

Selan itu, masyarakat juga tidak akan termakan berita hoaks dan ujatan kebencian yang semakin sering atau selalu muncul menjelang pemilu.

Pemilu, kata dia, hanya terjadi setiap lima tahun, tapi Indonesia diproyeksikan ada untuk selamanya.

Demikian halnya, kata dia, rasa persaudaraan, persahabatan, dan pertemanan di antara masyarakatnya yang harus dipertahankan hingga akhir hayat.

"Kita boleh berbeda pilihan politik, boleh berbeda agama dan keyakinan, tapi kita semua adalah saudara dalam kemanuasiaan," kata Mahfud.

"Kalau Anda tidak menerima karena perbedaan suku, terima lah bahwa kita saudara dalam kemanusiaan. Kalau anda mungkin agak menolak karena kita berbeda agama, maka, kita bersaudara karena kita sesama manusia, makhluk Tuhan yang hidup di sebuah geopolitik yang bernama Indonesia," sambung dia.

Konstitusi, kata Mahfud, menyatakan memberikan perlindungan yang sama kepada setiap agama.

Sebab, kata dia, soal agama tidak bisa diukur dengan jumlah pengikutnya.

Mahfud lalu bercerita terkait perdebatan di antara pendiri bangsa yang muncul saat NKRI didirikan.

Saat itu, kata dia, ada yang ingin mendirikan negara sekuler kebangsaan di antaranya tokoh-tokoh seperti Bung Karno, Bung Hatta, Yamin, dan AA Maramis.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved