Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tahun Baru 2024

Kisah Para Ayah Baptis di Manado Saat Tahun Baru 2024, Keluar Uang Tapi Senang Ketemu Anak Sarani

Seperti kisah para orang tua baptis atau yang lebih tren disebut papa ani di Sulut. Suara nyanyian anak-anak terdengar kencang dari sebuah rumah.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Suasana pesiar tahun baru di Minut, Sulawesi Utara, Senin (1/1/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tradisi pesiar tahun baru berlangsung semarak di Sulawesi Utara, Senin (1/1/2024). 

Warga saling mengunjungi atau pesiar untuk mengucapkan selamat tahun baru.

Sepintas, pesiar tahun baru nampak sepele.

Hanya jabat tangan, makan, berlanjut joget serta nyanyi.

Tapi pesiar tahun baru punya makna yang mendalam, yaitu sebagai pengerat tali silaturahmi dan memberi harapan pada generasi selanjutnya untuk menjemput asa di tahun baru.

Seperti kisah para orang tua baptis atau yang lebih tren disebut papa ani di Sulut.

Suara nyanyian anak-anak terdengar kencang dari sebuah rumah di Desa Kalawat, Minut.

Di dalamnya tiga bocah tengah menyanyikan lagu rohani berjudul Hidup Ini adalah Kesempatan.

Ketiganya menyanyi dengan serius, seorang diantaranya pasang gaya. 

Begitu nyanyian usai, mereka langsung antre di depan seorang lelaki bernama Armando.

Dari dompetnya, Armando mengeluarkan tiga buah uang Rp 50 ribu.

Dia memberinya kepada tiga bocah tersebut disertai pesan agar rajin sekolah dan patuh dengan orang tua.

"Mereka anak sarani (baptis) saya," kata dia.

Menurut dia, sudah kebiasannya sebagai orang tua baptis untuk memberi angpao pada anak baptis pada momen Natal dan tahun baru.

Pada natalan lalu ia tak menggelar open house.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved