Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sitaro Sulawesi Utara

Tekan Inflasi di Daerah, Pemkab Sitaro Sulawesi Utara Gencarkan Pasar Murah dan Pangan Murah

Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro, Richard Sasombo, pasar murah hingga pangan murah menjadi salah satu langkah Pemda.

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Kegiatan pangan murah yang dilaksanakan Dinas Pangan dan Pertanian diserbu warga. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus mengencarkan kegiatan pasar murah serta Gerakan Pangan Murah sejak sebulan terakhir ini.

Menurut Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sitaro, Richard Sasombo, pasar murah hingga pangan murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi.

"Pasar murah dan gerakan pangan murah bertujuan untuk menjaga stabilitas harga supaya dapat terjangkau kepada masyarakat," kata Sasombo, Rabu (27/12/2023).

"Kegiatan ini bukan hanya untuk upaya pengendalian harga bapok, tetapi juga merupakan strategi yang mendukung ketahanan pangan dan menjaga laju inflasi," jelasnya.

Dia menuturkan, kegiatan ini akan rutin dilaksanakan ke setiap kecamatan, kelurahan dan kampung sampai akhir Desember 2023 ini.

Dimana gerakan pangan murah khususnya sudah dilaksanakan di seluruh kecamatan dan yang terakhir bergulir pada pekan lalu  di Kelurahan Tarorane Kecamatan Siau Timur.

"Bahkan sampai selesai Desember kedepan akan terus berlanjut terus di kampung dan kelurahan yang akan kami tentukan, "katanya.

Produk yang dijual pada gerakan pangan murah kali ini adalah kebutuhan pokok masyarakat, terdiri atas 9 komoditi yaitu Cabe Rawit, Tomat, Bawang Merah, Bawang Putih, Ubi Kayu, Ubi Jalar, Talas, Kentang Wortel.

"Adapun harga dijual murah dan terjangkau yaitu untuk Cabe Rawit dijual Rp66.000/kg, Tomat Rp7.000/kg, Bawang Merah Rp9.000/kg, Bawang Putih Rp14.000/kg," urainya.

"Seterusnya ada Ubi Kayu Rp5.000/kg, Ubi Jalar Rp5.000/kg, Talas Rp5.000/kg, Wortel Rp8.000/kg, Kentang Rp4.000/kg, dengan perbandingan kurang lebih 50 persen dari harga pasar," sambung Sasombo.

Harga ini akan berubah bisa naik dan turun mengikuti pergerakan harga di pasar, sehingga kadang cabe bisa sampai 70 ribu, karena di pasar ia naik tinggi," jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya Gerakan Pangan Murah atau GMP dapat menjaga stabilitas pasokan pangan serta melindungi daya beli masyarakat.

"Pesan kepada masyarakat agar dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya melalui program Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan juga membantu perekonomian masyarakat," katanya lagi. (HER)

Berita Foto: Makanan Viral Cromboloni Kini Hadir di Manado Sulawesi Utara, Cek Lokasi dan Harga

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved