Sulawesi Utara
Penyebab Warga Manado dan Minahasa Sulawesi Utara Cari Tinutuan Setelah Rayakan Natal
Usai Natal, sejumlah warga Manado dan Minahasa biasa berburu Tinutuan.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - Usai Natal, sejumlah warga Manado dan Minahasa biasa berburu Tinutuan.
Ini kerap terjadi pada dua hari setelah Natal atau pada 27 Desember.
Warga akan memasak Tinutuan atau menyerbu kios yang sedia Tinutuan.
Makanan khas Manado ini dipilih untuk "cuci tubuh" dari lemak.
Armando warga Manado mengaku akan menyiapkan menu tinutuan.
"Bahan bahannya sudah beli sejak tanggal 24 Desember lalu," kata dia Selasa (26/12/2023).
Menurut dia, tinutuan akan disuguhkan pagi pagi dan dimakan bersama sama sekeluarga.
Ia memandang penting untuk konsumsi tinutuan usai Natal.
"Tinutuan makanannya sehat, sayur dan ubi penuh gizi, bisa mengimbangi daging yang kita konsumsi di hari Natal," ujarnya.
Armando mengaku sudah kelebihan makanan saat Natal.
Dia mengonsumsi daging babi dan RW dua hari berturut turut.
Senada dikatakan Irma.
Dia biasa mencari tinutuan campur mi di kios usai Natal.
"Sehat rasanya makan tinutuan," kata dia.
Irma juga mengaku makan berlebih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tinutuan-alias-bubur-manado.jpg)