Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Penyebab Warga Manado dan Minahasa Sulawesi Utara Cari Tinutuan Setelah Rayakan Natal

Usai Natal, sejumlah warga Manado dan Minahasa biasa berburu Tinutuan. 

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
Jumadi Mappanganro
Tinutuan adalah makanan khas populer Kota Manado. Orang luar Sulut lebih mengenalnya dengan sebutan bubur Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Usai Natal, sejumlah warga Manado dan Minahasa biasa berburu Tinutuan

Ini kerap terjadi pada dua hari setelah Natal atau pada 27 Desember.

Warga akan memasak Tinutuan atau menyerbu kios yang sedia Tinutuan.

Makanan khas Manado ini dipilih untuk "cuci tubuh" dari lemak. 

Armando warga Manado mengaku akan menyiapkan menu tinutuan.

"Bahan bahannya sudah beli sejak tanggal 24 Desember lalu," kata dia Selasa (26/12/2023).

Menurut dia, tinutuan akan disuguhkan pagi pagi dan dimakan bersama sama sekeluarga. 

Ia memandang penting untuk konsumsi tinutuan usai Natal.

"Tinutuan makanannya sehat, sayur dan ubi penuh gizi, bisa mengimbangi daging yang kita konsumsi di hari Natal," ujarnya.

Armando mengaku sudah kelebihan makanan saat Natal

Dia mengonsumsi daging babi dan RW dua hari berturut turut.

Senada dikatakan Irma. 

Dia biasa mencari tinutuan campur mi di kios usai Natal.

"Sehat rasanya makan tinutuan," kata dia. 

Irma juga mengaku makan berlebih.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved