Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tradisi Natal

Sejarah Sinterklas dan Santa Claus yang Hadir di Momen Natal, Bermula dari Sang Dermawan St Nicolas

Sinterklas dan Santa Claus, sosok yang selalu ada di momen Natal merujuk pada satu orang yang sama yakni St Nicolas.

Editor: Rizali Posumah
gpointstudio/Freepik.com
Ilustrasi Santa Claus sosok yang identik dengan perayaan Natal. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sering muncul pertanyaan tentang apa perbedaan Sinterklas dan Santa Claus?

Sebab dua nama itu sepertinya berbeda.

Namun ternyata, dua nama yang berbeda itu merujuk pada sosok yang sama.

Siapakah dia? Dia adalah seorang dermawan sekaligus uskup bernama Saint Nicolas.

Meski begitu, ada sedikit perbedaan cerita dan penggambaran dari dua istilah ini. 

Umumnya Sinterklas dan Santa Claus digambarkan dengan pakaian serba merwah, gendut dan berjenggot. 

Keduanya juga digambarkan sering membawa kantong berisi hadiah untuk dibagikan kepada anak-anak sebelum atau ketika Natal tiba.

Di hari Natal, karakter tokoh ini diperankan untuk menghibur anak-anak. 

Entah di gereja, pusat perbelanjaan atau taman bermain. 

Diketahui, Penyebutan Sinterklas sendiri sudah lebih dulu ada dibanding Santa Claus.

Melansir Kompas.com (7/12/2021), Sinterklas disebut terilhami dari sosok Saint Nicolas, seorang uskup asal Myra yang hidup sekitar abad ke-3 masehi.

Hal itu dijelaskan oleh Rodenberg dan Wagenaar dalam jurnal yang dipublikasikan Journal of Heritage Studies.

Nicolas dikenal punya sikap yang dermawan dan suka berbagi kepada orang-orang miskin.

Sosok tersebutlah yang kemudian menginspirasi "lahirnya" cerita Sinterklas di Belanda.

Sinterklas kemudian digambarkan layaknya uskup, lengkap dengan jubah keuskupan, topi uskup yang disebut mitre, dan tongkat gembala uskup yang pada bagian atasnya melingkar.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved