Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Al Quran

Simak Tafsir Al Quran Surah An Nur Ayat 35 Beserta Terjemahan Indonesia

Ayat 35 Surah An Nur ini sendiri berbicara tentang cahaya Allah SWT. Simak terjemahan dan tafsirnya berikut ini.

Penulis: Rizali Posumah | Editor: Rizali Posumah
freepik.com
Ilustrasi Al Quran 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -  Berikut tafsir Al Quran surah An Nur ayat 35.

Ayat 35 surah An Nur sendiri merupakan inti dari surah An Nur

Di mana nama surah ini diambil dari ayat 35 itu. An Nur artinya Cahaya

Secara keseluruhan, surah An Nur merupakan surah yang ke 24 dalam Al Quran

Surah An Nur ini total ada 64 ayat. 

Diketahui, bahwa surah An Nur digolongkan ke dalam Surah Madaniyah.

Surah Madaniyah artinya surah Al Quran yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad di saat Sang Nabi berada di Kota Madinah. 

Ayat 35 Surah An Nur ini sendiri berbicara tentang cahaya Allah SWT. 

Bacaan dan terjemahan Surah An Nur ayat 35

۞ اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ

Allāhu nūrus-samāwāti wal-arḍ(i), maṡalu nūrihī kamisykātin fīhā miṣbāḥ(un), al-miṣbāḥu fī zujājah(tin), az-zujājatu ka'annahā kaukabun durriyyuy yūqadu min syajaratim mubārakatin zaitūnatil lā syarqiyyatiw wa lā garbiyyah(tin), yakādu zaituhā yuḍī'u wa lau lam tamsashu nār(un), nūrun ‘alā nūr(in), yahdillāhu linūrihī may yasyā'(u), wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nās(i), wallāhu bikulli syai'in ‘alīm(un).

Allah (pemberi) cahaya (pada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang (pada dinding) yang tidak tembus) yang di dalamnya ada pelita besar.

Pelita itu di dalam tabung kaca (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang (yang berkilauan seperti) mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat) yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi walaupun tidak disentuh api.

Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis).

Allah memberi petunjuk menuju cahaya-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved