Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kebakaran di Manado

Kata Supryatna Kadis Damkar dan Penyelamatan Soal Kebakaran di Manado, Tantangan dan Risiko Petugas

Sepanjang tahun 2023, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado telah menangani 261 kasus kebakaran.

Tayang:
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Alpen Martinus
Dokumentasi Tribun Manado
Podcast Tribun Manado berjudul Kebakaran Kepung Manado bersama Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Manado, Supryatna. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sepanjang tahun 2023, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Manado telah menangani 261 kasus kebakaran.

Khusus kebakaran bangunan gedung, 80 persen kasusnya disebabkan korsleting.

Saat berusaha memadamkan api, tak jarang petugas damkar menghadapi banyak tantangan.

Baca juga: 260 Kasus Kebakaran Terjadi di Kota Manado Sulawesi Utara Pada 2023, 80 Persen Disebabkan Korsleting

Apa saja tantangannya?

Untuk mengetahuinya, Tribun Manado mengundang Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Manado, Supryatna, dalam podcast berjudul "Kebakaran Kepung Manado", Rabu (29/11/2023).

Berikut isi wawancaranya:

TM: Kasus kebakaran di Manado meningkat, padahal sedang musim hujan. Itu kenapa bisa meningkat?

S: Kami agak kaget dengan judul yang diberikan, yaitu 'Kebakaran Kepung Manado'. Tapi kalimat itu juga mengingatkan kita. Kebakaran jujur sedang meningkat dan musim hujan baru sekitar seminggu dengan intensitas sedang. Tapi memasuki musim hujan ini justru sudah terjadi lima kali kebakaran dalam satu pekan ini. Jumlah hari kalender sudah 333 sampai hari ini dan kebakaran terjadi lagi hari ini di Rumah Makan Swadaya Samrat sekitar pukul 07.30. Pada Rabu kemarin di Asrama Polisi Sario yang menghanguskan empat bilik dalam satu barak. Di lorong Sanger, Malalayang Sario Timur ada juga empat rumah. Yang terbesar bulan ini ada di Wawonasa Lingkungan I yang mencapai 13 rumah dan satu ruang sekolah, SD Muhammadiyah. Kejadian itu juga mendompleng angka kebakaran pada naik. Sekarang untuk bangunan gedung 106 dan sisanya 154 adalah non-bangunan gedung dalam 333 hari.

TM: Tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan itu apa selain memadamkan kebakaran?
S: Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2000 itu sudah ditambah tupoksinya, bukan sekadar pemadam kebakaran saja tetapi kita sudah dengan penyelamatan. Ibaratnya kalau di luar negeri dikenal dengan 911, kira-kira kita sudah seperti itu. Tapi di Manado ada 14 operasional sebenarnya tapi yang terjadi sembilan yang aktif. Misalnya evakuasi ular yang masuk ke dalam rumah warga yang mengancam keselamatan, kemudian ada biawak, hewan terjebak juga atas permintaan penyayang binatang maupun pemiliknya, cincin yang tersangkut atau sesak. Evakuasi ular dan sarang tawon ada 26 kasus dari 70 kasus yang kita tangani. Kemudian ular liar delapa kasus, masih tahun lalu yang lebih banyak. Tahun ini untuk hewan terjebak juga ada empat, itu biasanya kucing. Dan evakuasi manusia ada empat biasanya kalau tahun lalu itu ada yang pingsan di sumur. Kemudian pelepasan cincin ada 24, tapi biasanya dia yang datang.


TM: Dari personel dan armada yang tersedia di Kota Manado ada berapa?
S: Ada 17, sebetulnya ada 18 tapi satu sudah tidak aktif karena memang jujur kita punya armada ada enam yang usianya lebih dari 30 tahun. Namun karena kita gesit dalam melakukan perawatan, semua masih bisa diaktifkan kecuali yang memang sudah tidak bisa digunakan sama sekali. Itu nomor lima dalam handle kami. Personel sampai saat ini ada sekitar 135an, tetapi dengan adanya P3K dan optimalisasi, hari ini ada yang seleksi juga kita perkirakan pada 1 Desember 2023 sudah mencapai 169 orang.


TM: Pelatihan-pelatihannya seperti apa?
S: Ada yang bukan lagi terlatih tapi sudah pintar ya karena pengalaman tugas, bekerja sejak masih jadi tenaga honor dan ada juga karena ikut sertifikasi pemadam I, ada juga dilatih kebiasaan oleh komunitas. Seperti ular itu dengan komunitas. Ada juga yang memang bersifat belajar sendiri, itu lewat media karena memang terbatas. Sertifikasi contohnya, itu kalau mau ikut harus mandiri. Dinas terbatas keuangannya, jadi biaya sendiri. 


TM: Apakah dengan jumlah personel dan armada cukup untuk menangani kasus di Manado?
S: Kalau untuk kebakaran bisa dikatakan cukup, tetapi sebetulnya kalau dalam hal memaksimalkan kesiapsiagaan, belum tentu cukup. Artinya begini, dalam kecamatan cuma satu pos atau satu armada. Bisa saja kecamatan atau kawasan yang padat huni itu dua pos dan satu pos satu armada. Yang tadinya butuh empat, kenapa cuma satu. Tapi itu tadi, dalam hal pemadaman actionnya kita sudah bisa bilang cukup. Tapi kalau dalam kesiapsiagaan itu belum cukup, harus ditambah lagi biar kita lebih cepat karena berdasarkan respond time. Lima belas menit harus tiba di lokasi.


TM: Misal ada kasus kebakaran, respon dari pemadam kebakaran seperti apa penanganannya?
S: Kalau menerima laporan kita pastikan bahwa pelapor itu dari nadanya tidak main-main, tidak hoaks. Yang lalu-lalu sempat banyak tapi setelah kita sampaikan bahwa dia punya sanksi ancaman hukuman, berkurang. Lalu kita hubungi lagi, minta data pelapor, KTP-nya, korban juga kita minta. Sehingga kemudian membuat ada keterbatasan orang tidak menyebar hoaks itu. Yang jelas begitu kita tiba kita upayakan mencari tahu di dalam ada manusia terjebak atau tidak. Tadi pagi ada yang terjebak, namun yang bersangkutan mampu menyelamatkan diri dengan lari ke bangunan sebelah karena itu yang kita utamakan. Kalau sudah terbakar tidak kita biarkan terbakar, yang kita utamakan dulu ada manusianya tidak. Kalau di sebalah ada manusianya, kita lindungi dulu manusia di sebelah. Asal apinya tidak menjalar dan tidak ada korban jiwa. Itu yang menjadi giat.


TM: Kebanyakan yang ditangani Damkar penyebab kebakarannya apa?
S: Kalau untuk bangunan gedung yang jumlah 108 itu 70-80 persen disebabkan arus pendek atau korslet. Lainnya itu karena kelalaian seperti kompor, setrika, yang terbesar di Bahu itu mencapai 28 kamar, diperkirakan karena setrika. Lalu ada yang membakar sampah dan lupa atau cara memadamkannya tidak optimal. Kelihatan memang kalau kebakaran pada sore hari 16.00-19.00 Wita sudah pasti sampah. Kalau pukul 22.00-02.00 Wita itu korslet, kalau pukul 06.00-08.00 Wita aktivitas mau ke kantor itu sebabnya bisa saja karena setrika. Ada bahkan beberapa kasus hanya karena lupa mencabut charger hpnya. Harusnya itu cabut, bukan sekadar matikan di tombol on/off-nya. Kita simpulkan seperti itu berdatarkan data kasus/kejadian wlaaupun kemudian kita tidak punya kewenangan untuk menyampaikan sebabnya, kita hanya menyampaikan itu dugaan. Penyidikan ada pada polisi.


TM: Sejauh ini yang paling menonjol atau besar di Manado?
S: Tahun 2022 itu di Kali Jengki, Calaca yang mencapai 56 bangunan atau bilik. Kalau tahun ini terbesar di kos di depan Bahu Mall dan Wonasa Lingkungan 1. Tapi untuk non-bangunan gedung itu TPA (Sumompo), melebihi satu bulan. Tentang kewalahan kita terbatas secara personel, cuma untungnya petugas-petugas kami sifat kemanusiaan dan kepeduliannya tinggi. Apabila dia tahu dibutuhkan walaupun dia off atau bukan shiftnya dia datang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved