Cewek Manado
Cerita Trifena Kolamban Cewe Manado yang Bekerja di Rantau: Harus Kuat Mental
Karyawan di PT Arta Boga Cemerlang (OT) ini, menceritakan kisahnya menjadi seorang pekerja di tanah rantau (Makassar).
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesiapan mental serta penyesuaian diri di lingkungan yang baru menjadi tantang tersendiri bagi setiap perantau.
Hal itu disampaikan Trifena Priskila Kolamban, cewek kelahiran Manado, 14 Agustus 2001 kepada Tribunmanado.co.id, Kamis 9/11/2023.
Karyawan di PT Arta Boga Cemerlang (OT) ini, menceritakan kisahnya menjadi seorang pekerja di tanah rantau (Makassar).
"Banyak hal yang dipelajari selama merantau sampai saat ini mulai dari mental, penyesuaian diri di lingkungan yang baru," jelasnya.
Ia melanjutkan sebagai karyawan, ada tuntutan kerja yang mengharuskan dirinya untuk siap di tempatkan dimana saja.
"Jujur ini kali pertama saya merantau keluar manado. Ketika saya dengar saya di tempatkan di luar manado jujur hati saya berat dan over thinking hingga membuat saya down," ucap cewek yang hobi main musik.
Walaupun berat untuk merantau, dia mengatakan kepada orang tuanya agar tidak perlu kuatir.
"Saya bilang ke mama dan papa, saya bisa kok tidak usah khawatir. Saya sudah besar sudah bisa urus diri. Mama ama papa bantu doa aja. Saya bilang begitu, padahal saya pun berat jauh dari mereka," ucap anak dari Djery Kolamban dan Yenly Pinontoan.
Tetapi Trifena selalu percaya di manapun dia berada Tuhan pasti tetap jaga dan pelihara.
"Burung di udara saja Tuhan pelihara, masa manusia makhluk yang paling mulia Tuhan nda tolong," jelas cewek alumni S1 Fakultas Pertanian Unsrat.
Dia mengaku sangat menyukai tantangan serta ingin melakukan hal-hal baru yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
"Kita suka coba hal-hal baru dan menantang, kebetulan ada peluang kerja di luar, jadi gas saja sekalian tambah pengalaman kerja dan pengalaman hidup," ujarnya.
Tapi ia mengaku sedih karena tidak bisa rayakan natal bersama keluarga yang ada di Manado karena tuntutan kerja.
"Sedih sih apalagi natal so dekat, setiap kali liat dekorasi natal dan dengar lagu natal pengen nangis gais karena nda bisa pulang manado, cuman di kost sendiri," ujarnya.
Ia berharap apa yang selama ini dia kerjakan bisa membuahkan hasil yang bermanfaat untuk orang tuanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Trifena-Priskila-Kolamban-cewek-kelahiran-Manado-14-Agustus-2001-hyu78.jpg)