Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minahasa Selatan

Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar Siap Dukung Upaya Mitigasi Perdagangan Satwa Liar Ilegal 

Franky Wongkar menegaskan akan bekerja sama untuk upaya sosialisasi tentang aturan terkait perdagangan satwa liar baik yang dilindungi atau yang tidak

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Rizali Posumah
Pemkab Minsel
Pertemuan Pemkab Minahasa Seltan dengan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan Program Selamatkan Yaki. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bupati Minahasa Franky Donny Wongkar S.H merespon baik adanya mitigasi perdagangan satwa liar di wilayahnya. 

Hal itu disampaikannya dalam pertemuan dengan tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan Program Selamatkan Yaki baru-baru ini. 

Pertemuan juga dihadiri wakil bupati Pdt. Petra Yani Rembang, Sekretaris Daerah Minahasa Selatan Glady Kawatu SH MSi dan jajaran lainnya.

Franky Wongkar menegaskan akan bekerja sama untuk upaya sosialisasi tentang aturan terkait perdagangan satwa liar baik yang dilindungi atau yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. 

Sekda Minsel, Glady Kawatu juga mengatakan akan menindaklanjuti pertemuan ini dengan dukungan-dukungan taktis. Apalagi Bupati juga sudah mengetahui maksud tim ini.

Terkait dengan pertemuan ini, BKSDA Sulawesi Utara menyambut baik animo dari Pemda Kabupaten Minsel dalam rangka mendorong upaya-upaya penyadartahuan kepada masyarakat untuk tidak lagi memperdagangkan satwa liar terancam punah dan dilindungi. 

Yakub Ambagau Shut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sulawesi Utara yang hadir mewakili BKSDA mengungkapkan kerja sama ini akan menjadi faktor penting dalam upaya pelestarian jenis-jenis satwa terancam punah dan dilindungi, di Sulawesi Utara khususnya dan Sulawesi pada umumnya. 

Respon dari pemerintah Kabupaten Minahasa tentu sangat membanggakan.

Purnama Nainggolan Koordinator Edukasi Program Selamatkan Yaki menyampaikan terima kasih atas dukungan Bupati, Wakil bupati serta Sekda maupun jajarannya, dan berharap segera terealisasi sebuah deklarasi bersama untuk program kerja ke depan. 

"Terima kasih juga kepada BKSDA yang telah menginisiasi pertemuan ini, dan yang selalu mendorong semangat kemitraan untuk perlindungan satwa liar," ujarnya, Sabtu (11/11/2023). 

Dia menjelaskan Selamatkan Yaki sendiri saat ini sedang gencar melakukan pendekatan di pasar-pasar tradisional di Sulawesi Utara dalam upaya penyadartahuan warga atas keberadaan satwa liar. 

Dengan tema Bekeng Sulut Bangga, bangga nyanda buru, jual, makang dan piara satwa liar terancam punah dan dilindungi maka managemen kolaborasi berbagai pihak diharapkan terus terjalin untuk keberadaan satwa liar, tetap terjaga dengan baik. 

"Di Minsel sendiri kegiatan sudah dimulai dengan Focus Group Discussion sebagai upaya merangkum masukan berbagai pihak sebelum tim turun ke pasar Motoling dan Tompaso sebagai dua pasar yang menjadi prioritas saat ini," pungkasnya. 

Baca berita lainnya di: Google News

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini

 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved