Selasa, 26 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Kata Prabowo Tanggapi Semua Kritikan kepada Gibran, Pejabat PDIP Baper

Kata Prabowo Subianto Tanggapi Semua Kritikan kepada Gibran Rakabuming. Para Pejabat PDIP Baper.

Tayang:
Editor: Frandi Piring
KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D
Prabowo Subianto Tanggapi Semua Kritikan kepada Gibran Rakabuming. Para Pejabat PDIP Baper. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tanggapan Bakal calon presiden (bacapres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto soal semua kritikan yang ditujukan oleh PDIP kepada Gibran Rakabuming Raka.

Gibran Rakabuming Raka yang kini berpaling membuat dirinya menjadi sasaran empuk kritikan.

Gibran yang merupakan kader PDIP kini menjadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) dari koalisi Indonesia Maju (KIM), mendampingi bacapres Prabowo Subianto.

Hubungan antara PDIP dengan Gibran memanas seusai manuver putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Sebelumnya, PDIP menyatakan sikap Gibran tak baik untuk dicontoh oleh anak muda.

Gibran dianggap sebagai anak muda yang tidak sabaran.

Tapi menurut Prabowo, pernyataan-pernyataan negatif itu tak perlu diambil.

Eks Pangkostrad TNI ini berpendapat biar rakyat yang menilai sikap Gibran.

"Ya, yang penting rakyat yang menilai, ya, kita jangan ambil negatifnya kalau menurut saya, oke?" kata Prabowo di Kawasan Jakarta Selatan, Senin (30/10/2023) malam, dikutip dari WartaKotalive.com.

Kekecewaan partai berlogo banteng moncong putih itu soal sikap Gibran disampaikan oleh Ketua DPP PDIP bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

Hal itu dikatakan Djarot dalam diskusi publik bertajuk 'Positioning PDIP dalam Pemenangan Pilpres Ganjar-Mahfud' di Kawasan Matraman, Jakarta, Senin (30/10/2023).

"Saya curhat aja di sini, saya kecewa sama Mas Gibran bukan apa-apa, dia anak muda, dia anak muda, tapi dia tidak punya kesabaran," kata Djarot.

Djarot mengatakan, pihaknya dalam menggembleng kader selalu menekankan soal proses yang bertahap dari bawah.

Tak terkecuali dengan Gibran selaku kader PDIP yang digembleng dan didorong secara bertahap mulai dari menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Tidak langsung potong kompas karena ada karpet merah, misalnya, ya, sehingga semuanya ditabrak."

"Ini contoh-contoh yang tidak bagus menurut saya untuk anak muda.

Mohon maaf. Contoh tidak bagus," jelasnya.

Lebih lanjut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, seharusnya Gibran sebagai anak muda mempunyai semangat berjuang dan bekerja keras dari bawah.

"Untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih bagus. Ini semangat anak muda."

"Bukan yang mengharapkan privilege (hak istimewa)," tuturnya.

Baca juga: PDIP Bakal Dicap Main Dua Kaki, Terbantahkan Jika Pecat Jokowi dan Gibran

Luapan perasaan kepada Jokowi dan Gibran yang berpaling

Luapan perasaan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang mewakilkan partainya mengenai isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih meninggalkan kubu 'Banteng Moncong Putih'.

Sekjen Hasto mengungkapkan rasa sayang partainya untuk Jokowi dan keluarga melalui dukungan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden (pilpres).

Sebagaimana aliran dukungan PDIP kepada Joko Widodo sejak menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi Presiden RI dua periode.

Selanjutnya dukungan untuk putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dalam pertarungan Pilkada Wali Kota Solo.

Terakhir, menantu laki-laki Jokowi, yakni Bobby Nasution yang  juga didukung menjadi Wali Kota Medan.

"Seluruh simpatisan, anggota dan kader Partai sepertinya belum selesai rasa lelahnya setelah berturut-turut bekerja dari 5 Pilkada dan 2 Pilpres.

Itu wujud rasa sayang kami," kata Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Minggu (29/10/2023).

Meski dukungan selama puluhan tahun diberikan PDIP, akan tetapi Partai Banteng tetap ditinggalkan oleh Jokowi dan keluarga.

Hal ini menimbulkan kesedihan mendalam bagi PDIP dan akar rumput yang membesarkan nama Jokowi dan keluarga.

"Pada awalnya kami memilih diam. Namun apa yang disampaikan Butet Kartaredjasa, Goenawan Muhammad, Eep Syaifullah, Hamid Awaludin, Airlangga Pribadi

dan lain-lain beserta para ahli hukum tata negara, tokoh pro demokrasi dan gerakan civil society, akhirnya kami berani mengungkapkan perasaan kami," tutur Hasto.

"PDI Perjuangan saat ini dalam suasana sedih, luka hati yang perih, dan berpasrah kepada Tuhan dan Rakyat Indonesia atas apa yang terjadi saat ini," ucap dia.

Menurut Hasto, tidak sedikit akar rumput PDI-P yang percaya bahwa kader terbaiknya itu rela berpaling dari Partai Banteng.

Padahal, Jokowi telah diberikan dukungan akar rumput dan seluruh simpatisan PDIP sejak menjadi Wali Kota Solo hingga menjabat sebagai Kepala Negara.

"Ketika DPP Partai bertemu dengan jajaran anak ranting dan ranting sebagai struktur Partai paling bawah, banyak yang tidak percaya bahwa ini bisa terjadi," kata Hasto.

"Kami begitu mencintai dan memberikan privilege yang begitu besar kepada Presiden Jokowi dan keluarga,

namun kami ditinggalkan karena masih ada permintaan lain yang berpotensi melanggar pranatan kebaikan dan Konstitusi," imbuh dia.

Hasto menuturkan, sejak adanya isu PDIP akan ditinggalkan, seluruh kader dan simpatisan berharap hal tersebut tidak terjadi. Namun, kenyataannya, Jokowi benar-benar meninggalkan PDIP.

"Awalnya kami hanya berdoa agar hal tersebut tidak terjadi, namun ternyata itu benar-benar terjadi," tutur Hasto.

Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Prabowo-Ganjar-Anies saat Gibran Jadi Cawapres, Berikut Perbandingannya

Tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved