Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Cerita Alkitab Tentang Kisah Ayub, Pernah Kehilangan Segalanya Tapi Tetap Setia pada Tuhan

Sosok Ayub menjadi pengingat bagi manusia bahwa segala sesuatu dapat diambil Tuhan kapan saja.

Editor: Erlina Langi
Gereja Kemah Injil Indonesia
Illustrasi - Kisah Ayub 

Semua yang ada pada kita saat ini, itu adalah pemberian Tuhan. Bahwa Tuhan berkuasa atas segalanya, Dia dapat memberikan dalam waktu cepat tetapi Tuhan pun dapat mengambilnya pula dalam waktu cepat.

Sekarang bagaimana sikap Ayub atas semua yang menimpa dia, itulah yang perlu kita pelajari.

Disaat sedang dalam kesusahan, Ayub menaikkan korban pujian syukur di hadapan Tuhan.

Ayub tidak marah kepada Tuhan dan bertanya mengapa semua diambil dari padanya.

Korban syukur di hadapan Tuhan adalah di saat kita sedang dalam keadaan tidak baik, kita masih memuliakan Tuhan dengan segenap hati kita.

Mengapa kita mengucap syukur di dalam keadaan susah? Bukankah ini aneh? Bagi mereka yang tidak di dalam Tuhan pasti dianggap aneh.

Tetapi ketika kita mengucap syukur kepada Tuhan, sesungguhnya kita sedang menarik hadirat Tuhan turun atas kita.

Apakah yang terpenting dalam hidup ini? Kehilangan harta benda atau kehilangan hadiratNya?

Biarlah selama kita hidup ini, kita memakai hidup kita untuk memuliakan Tuhan.

Terpujilah Tuhan, sebab semua dari Allah dan untuk Allah.

Korban syukur di hadapan Tuhan adalah di saat kita sedang dalam keadaan tidak baik, kita masih memuliakan Tuhan dengan segenap hati kita

(*)

Baca Berita Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved