Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Ayub 3:1-26, Kekuatan Iman Ayub
Perlu disadari, sesungguhnya tujuan akhir hidup kita bukanlah kesenangan diri ataupun kemudahan hidup, melainkan kemuliaan Tuhan.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah Ayub dalam Alkitab memberikan banyak pelajaran untuk kita.
Ayub sangat taat kepada Allah dalam kondisi apapun, dan imannya sudah teruji.
Mari kita belajar tentang ketaatan Ayub melalui renungan harian Kristen berjudul Kekuatan Iman Ayub
Baca juga: Renungan Harian Kristen Amos 3:1-2, Cara Allah Menggembleng Bangsa Israel
Ayat Alkitab diambil dalam Ayub 3:1-26
Dalam hidup ini, kadang kala kita diperhadapkan pada pilihan seolah-olah kita berada di sebuah persimpangan jalan.
Ketika pencobaan atau penderitaan datang, apakah kita akan memilih untuk tetap setia kepada Tuhan, atau tidak?
Penderitaan yang bertubi-tubi tidak membuat Ayub memaki atau mengutuki Allah.
Baca juga: Renungan Harian Kristen 1 Samuel 8:1-5, Siapa yang Salah?
Namun, ia harus jujur bahwa semuanya itu terlalu sakit dan pahit sehingga ia meluapkan keluh kesahnya di dalam pasal ini.
Ia mengutuki hari lahirnya dan berharap bahwa ia tidak pernah dilahirkan ke dunia ini (1-19).
Ia bahkan lebih berharap mati daripada menderita seperti saat itu (20-23).
Ayub sedang bergumul hebat dengan penderitaan yang dialaminya secara fisik, sosial, maupun rohani. Keluhannya merupakan ungkapan keputusasaan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen 2 Korintus 5:7, Hidup karena Percaya
Penderitaan Ayub sesungguhnya membawa pemahaman yang baru tentang Allah.
Konsep-konsep pengertian tentang Allah yang selama ini dipegangnya mulai dirombak.
Ia kembali belajar melihat siapa Allah yang ia percaya.
Hal ini seolah-olah menempatkan Ayub pada sebuah persimpangan dalam perjalanan imannya.
Akankah ia mengutuki Allah lalu meninggalkan-Nya, atau akankah ia tetap percaya dan berharap kepada-Nya?
Ingatlah bahwa kasih Tuhan tidak bisa diukur dan dibatasi dengan perasaan serta penderitaan yang kita alami.
Kebaikan dan pemeliharaan Tuhan tidak bisa diukur dengan konsep kita yang sempit dan tidak sempurna.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Renungan-Harian-1-Korintus-136-TB-Kasih-yang-Sejati-Tanpa-Syarat-dan-Tanpa-Mengharapkan-Balasan.jpg)