Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Minut Sulawesi Utara

Pelatihan Membuat Batik Khas Minut Sulut, Rizya Ganda Davega: Diri Sendirilah yang Mengubah Nasib

Pelatihan ini dibuat oleh Pemkab Minut, melalui Dinas Perindustrian bekerjasama dengan dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Minahasa Utara.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan.
Rizya Ganda Davega didampingi, Agnes Tumangkeng Kepala Dinas Perindustrian dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Fredrik Tulengkey saat memantau para peserta. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketua dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Minahasa Utara, Rizya Ganda Davega, memantau langsung pelatihan mendesain Batik Khas Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan dilaksanakan di JG Center, Jalan Soekarno, Minahasa Utara (Minut).

Pelatihan membuat batik khas daerah ini, Minahasa Utara pertama di Sulawesi Utara.

Pelatihan ini dibuat oleh Pemkab Minut, melalui Dinas Perindustrian bekerjasama dengan dewan kerajinan nasional daerah (Dekranasda) Minahasa Utara.

Rizya Ganda Davega, sekaligus istri Bupati Minut Joune Ganda ini berbincang-bincang secara langsung dengan para peserta, satu persatu.

Rizya Ganda Davega didampingi, Agnes Tumangkeng Kepala Dinas Perindustrian dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Fredrik Tulengkey.

Semua peserta ditanya langsung Rizya Ganda Davega siapa nama masing-masing peserta dan memberikan mereka semangat bekerja.

Dari puluhan peserta yang hadir hanya empat orang yang masih gadis.
 
Usai berbincang-bincang dengan semua peserta, Rizya Ganda Davega saat diwawancarai mengaku, pelatihan tersebut luar biasa. 

"Luar biasa, diluar dugaan saya. Ternyata para peserta punya bakat dalam hal membatik," kata Rizya sapaan akrabnya.

Rizya berpikir, masyarakat Minut hanya ada pengrajin UMKM, ternyata juga ada bakat seni membatik.

"Karena batik khas Minut sehingga motifnya ada kaki dian, gunung klabat, waruga, bunga pala, varian dan tarian tumantenden," ujar dia.

Dirinya mengingatkan semua masyarakat Minut agar cintailah produk-produk Indonesia dan terus memakai batik.

Rizya mengingatkan semua peserta bahwa nasib bisa berubah dengan usaha sendiri, bisa saja dengan membuat batik.

"Ingat, nasib bisa berobah dari kalian sendiri," katanya kepada para peserta yang sedang membatik.

Baginya, sangat keren jika ada anak-anak muda yang menjadi pengusaha batik di Minut.

"Pesan saya kepada para peserta, semoga setelah pelatihan tidak hanya berhenti disini tetapi terus berlanjut. 

Kedepannya agar bisa menghasilkan batik yang bisa dijual dan bisa terkenal di Nasional sampai internasional," tutupnya. (fis)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved