Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Mazmur 37:21-26, Masih Mau Berbagi?
Pemazmur menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa di mana-mana ada orang yang bermental tak peduli (careless) pada orang lain.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Pemazmur menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, bahwa di mana-mana ada orang yang bermental tak peduli (careless) pada orang lain.
Bukan saja tak peduli, malah merugikan orang lain (meminjam uang tanpa mengembalikannya).
Mungkin seperti sekarang, ketika utangnya ditagih malah berbalik marah bahkan membentak yang memiutanginya.
Aneh bukan? Sebaliknya, orang yang murah hati (generous) justru diberkati.
Kidner, penafsir kitab Mazmur, melihat bahwa kesediaan dari orang yang suka memberi dan meminjamkan, mendatangkan berkat bagi masyarakat, dan juga dalam keluarganya.
Alien Ross, juga melihat bahwa karena orang fasik itu dengan egoisnya menahan pinjamannya, sementara orang benar bermurah hati (26), maka Allah sendiri akan membalasnya dengan keadilan (21, 22), termasuk mewariskan negeri yang dijanjikan.
Prinsip kebenaran membuktikan bahwa orang yang memberi akan diberi (Lukas 6:36).
Bukan berarti memberi supaya diberi, tetapi sebenarnya memberi karena sudah diberi, dan Tuhan memberkati ketulusan motivasi orang benar (cf. ay. 25).
Kalau begitu, mungkinkah di saat-saat kita lagi kekurangan, masih berupaya membagi berkat pada orang lain?
Tak ada yang tak mungkin bila semua dilakukan dengan iman.
Bahkan dikatakan, terlebih berbahagia memberi daripada menerima (Kisah 20:35).
Ingat, banyak orang yang lebih susah dari kita, mereka memberi dari kekurangannya, namun mereka justru menikmati apa artinya bermurah hati itu (cf. Lukas 21:1-4). Kalau begitu, masih maukah kita berbagi?
Inspirasi: Kemurahan hati tidak selalu diukur oleh kelimpahan materi tetapi karena senang melihat orang lain dicukupkan, sekalipun mungkin ia sedang kekurangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/c1vsx48dsz.jpg)