Viral Medsos
Heboh, Analis Rusia Bongkar Sosok yang Temui Presiden China Xi Jinping Bukanlah Vladimir Putin Asli
Analis Valery Solovey mengklaim kondisi Putin sedang buruk sehingga tidak bisa menemui Presiden China Xi Jinping dan pejabat lainnya secara langsung.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin telah tiba di Beijing pada Rabu (18/10/2023) dalam kunjungannya ke China.
Putin bahkan dikawal beberapa ajudan yang menenteng koper komando serangan nuklir yang dikenal sebagai Cheget.
Menurut video dan beberapa foto yang dirilis sejumlah media, setelah pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping, Putin terlihat berjalan menuju pertemuan lain yang dikelilingi oleh petugas keamanan dan diikuti oleh dua perwira Angkatan Laut Rusia berseragam, masing-masing membawa Cheget.
Namun tak kalah heboh ialah dugaan Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim body double atau "kembarannya" ke China.
Baca juga: United Tractors dan Komatsu Resmikan 2 Fasilitas Penting dan Punya Manfaat Besar di Makassar

Hal ini karena dirinya sendiri sedang sakit, ujar seorang analis politik Rusia, seperti dilansir Mirror.
Analis Valery Solovey mengklaim kondisi Putin sedang buruk sehingga tidak bisa menemui Presiden China Xi Jinping dan pejabat lainnya secara langsung.
Maka Putin mempercayakan tugas diplomatiknya kepada doppelgänger atau body double atau orang yang mirip dengannya untuk menggantikannya, menurut Solovey.
Solovey berkata, “Faktanya adalah Presiden saat ini Vladimir Putin sedang menjalani hari-hari terakhir kehidupannya di dunia."
"Bukan berbulan-bulan, dan bukan berminggu-minggu, melainkan justru hari-hari terakhir (akibat penyakit mematikan)."
"Saat ini, seperti bulan-bulan sebelumnya, ia digantikan oleh 'penggantinya'."
"Kembarannya itu bahkan pergi ke Beijing. Dan pihak China tahu betul siapa yang mereka temui.”
Para pejabat tinggi China juga ikut serta dalam skema itu untuk membantu elit keamanan yang ada di sekitar Putin mengamankan suksesi, klaim ilmuwan politik tersebut.
Saluran Telegram General SVR menambahkan bahwa segelintir elit yang bertanggung jawab atas "kembaran" Putin menganggap pertemuan dengan Xi ‘menarik’ karena mereka tidak ingin kehilangan kekuasaan ketika Putin yang sebenarnya meninggal.
Namun, saluran tersebut menunjukkan 'perbedaan penting' yang membuat body double Putin terlihat meski telah dilakukan persiapan yang cermat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Presiden-Tiongkok-Xi-Jinping-kiri-berjabat-tangan-dengan-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin.jpg)