Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Potret Labu Berukuran Raksasa Diberi Nama 'Michael Jordan', Begini Cara Perawatannya

Potret Labu Berukuran Raksasa Diberi Nama 'Michael Jordan'. Cara Perawatannya Gampang.

Editor: Frandi Piring
AFP/JUSTIN SULLIVAN
Potret Labu Berukuran Raksasa Diberi Nama 'Michael Jordan'. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Potret labu raksasa di Annual World Championship Pumpkin Weigh-Off menyita perhatian.

Labu berukuran super besar itu ditanam oleh seorang petani bernama Travis Gienger.

Labu raksasa ini bahkan memecahkan rekor dan menjadi juara dunia dalam kompetisi tersebut.

Sebagai petani labu, Gienger memang terbiasa menanam dan memelihara labu berukuran raksasa. Dia melakukan aktivitas ini selama hampir 30 tahun.

Gienger mampu merawat labu hingga menjadi sangat besar, setara dengan berat sebuah mobil kecil.

Pada tahun 2020, Gienger menanam labu yang ia beri nama Tiger King, yang beratnya mencapai 1,065 ton.

Kemudian tahun 2022 lalu, dia merawat Maverick yang tercatat seberat 1,161 ton.

Pada tahun ini, Gienger memang menargetkan untuk mengalahkan labu-labu sebelumnya.

Gienger dengan penuh kasih sayang merawat "Michael Jordan", dan menyirami labu tersebut belasan kali sehari - dengan satu tujuan,

menang dalam: the 50th Annual World Championship Pumpkin Weigh-Off.

Ya, setiap tahun Gienger dan puluhan petani labu lainnya mengangkut labu musim dingin mereka yang tumbuh subur ke Half Moon Bay, California, AS untuk "diadu".

Tradisi inilah yang lantas mengukuhkan Half Moon Bay sebagai "Ibu Kota Labu Dunia".

Potret Labu Berukuran Raksasa Diberi Nama 'Michael Jordan'.
Potret Labu Berukuran Raksasa Diberi Nama 'Michael Jordan'. (AFP/JUSTIN SULLIVAN)

Para peserta harus mengangkut labu mereka terkadang melintasi negara bagian, untuk diukur, ditimbang, dan diperiksa oleh panel juri.

Gienger pun berkendara selama 35 jam dari rumahnya di Anoka, Minnesotta, dengan membawa labu di dalam trailer yang digandeng di bagian belakang truknya.

"Hampir tidak muat," kata Gienger, 43 tahun, seorang guru hortikultura di Anoka Technical College.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved