Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Viral Pegawai Puskesmas Asyik Joget Sedangkan Pasien Membludak, Video Saat Senam Beredar

Tampak sudah banyak pasien yang datang mengantre untuk periksa di Puskesmas Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Editor: Indry Panigoro
tribun style
Pegawai puskesmas asyik senam saat pasien sudah antre periksa 

Asran menyebut, pasien BPJS aktif biasanya sarana dan layanan kesehatannya ditanggung dengan limit tertentu.

“Di BPJS itu ada tercover ada juga tidak, kalau tidak tentu harus ada kompromi dari kedua pihak,” jelas Asran saat ditemui di kantornya, Kompleks perkantoran gubernur sulbar.

Asran menambahkan, jika pembayaran tersebut masuk pada limit yang ditanggung BPJS tentu saja pihak Puskesmas Mamasa bakal kena sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, pasien BPJS di Kabupaten Mamasa dimintai uang oleh pihak puskesmas Mamasa.

Pasien tersebut berinisial M (20) warga desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Ilustrasi - Pasien diminta bayar saat periksa pakai BPJS
Ilustrasi - Pasien diminta bayar saat periksa pakai BPJS ((rewirenews/shutterstock))

Dari informasi yang dihimpun Tribun-Sulbar.com, pasien dimintai uang dengan nominal Rp760 ribu dengan dalih pembeli bensin ambulans dan biaya perjalanan perawat di jalan.

"Iya betul, keluarga saya mau melahirkan dan sejak pagi kemarin bidan sudah sampaikan akan dirujuk ke RSUD Polman. Kami dimintai uang pihak tersebut sebanyak Rp760 ribu, katanya untuk pembeli bensin ambulans dan biaya perjalanan perawat," ujar keluarga pasien bernama Antika, saat dikonfirmasi, Senin (2/10/2023) sekira pukul 08:30 Wita.

Ia mengaku, pihak keluarga sempat kebingungan saat pihak Puskesmas meminta uang tersebut, sementara BPJS keluarganya itu aktif.

Sehingga lanjut Antika, pihaknya mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Puskesmas Mamasa, Yusup, untuk mengetahui secara jelas pembayaran terdebut.

"Saya konfirmasi ke Kapus dan dia juga membenarkan hal itu, dengan alasan untuk biaya jalan perawat dan pembeli bensin ambulans," paparnya.

"Alasannya, tidak ada anggaran karena klaim BPJS belum dibayarkan,"sambungnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, berdasarkan hal itu dirinya kemudian menjelaskan kepada keluarga yang lain.

Sehingga kata dia, pihaknya sepakat untuk membayar biaya tersebut.

"Saya ke bidannya dan kami sempat beredu mulut, karena budannya bilang kami keluarga pasien sok tau," katanya.

Saat ini pasien tersebut sudah berada di RSUD Andi Depu Polman.

Diolah dari artikel TribunJabar.id dan Tribunsulbar.com 

Sumber: Tribun Jabar

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com

Baca Berita Lainnya di: Google News

 

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved