Kabar Seleb
Pantas dr Chandra Jadi Dokter Kepresidenan, Ternyata Begini Kisah Perjuangannya
Saat itu, kata dokter Chandra, ia bertemu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla ketika melakukan medical check up di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM).
“Selama tiga tahun itu saya mendampingi Pak JK Kunjugan Kerja ke berbagai daerah sampai ke luar negeri. Jadi cukup dekat dengan Pak JK,” kata lelaki yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PMI DKI Jakarta.
Selama bergaul dengan JK, Chandra senantiasa mendapat masukan agar tetap memprioritaskan pendidikan.
Sehingga pada 2022, dia dapat merampungkan pendidikan dokter spesialis ilmu anestesiologi dan terapi intensif di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.
Meskipun tak banyak terlibat obrolan secara mendalam dengan JK, Chandra banyak belajar hidup dengan JK terkait kedisiplinan, pemahaman agama, ekonomi, entrepreunership dan politik.
Tidak hanya itu, Chandra juga belajar tentang bagaimana bisa berdampak bagi kehidupan orang lain.
Sehingga ketika bergabung di PMI DKI Jakarta, Chandra memperbanyak spot-spot untuk tranfusi darah seperti unit donor darah di Jakarta Barat, Timur, Selatan, dan Kepulauan Seribu.
Tugas-tugas rutin ketika menjadi dokter kepresidenan adalah menjaga riwayat kesehatan dari JK. Sehingga tubuhnya tetap stabil di tengah aktivitas yang padat.
Pendidikan Kunci Perubahan
Tidak ada orang yang beruntung di dunia.
Keberuntungan hanya datang pada orang yang bekerja keras dan bertemu dengan waktu yang tepat. Ungkapan itu agaknya sesuai dengan dokter Chandra.
Sebagai anak kampung, Chandra tidak pernah terpikir menjadi dokter yang bertugas khusus menjaga kesehatan orang penting di Indonesia.
Berangkat dari keluarga sederhana, ia dituntut orangtuanya untuk disiplin dan bekerja keras, agar kesuksesan menghampiri hidup.
“Saya ketika kuliah berbeda dengan orang lain. Meskipun orangtua pegawai negeri, tapi saya kuliah itu naik angkutan umum. Fasilitas sangat terbatas, pas-pasan untuk biaya kuliah,” kata Chandra.
Setelah pendidikan Chandra masuk tahap koas, orangtuanya baru memberikan sepeda motor bekas seharga Rp 3,5 juta. Maka usai kuliah kedokteran di Universitas Malahayati Lampung dia langsung bekerja.
Orangtuanya meminta Chandra berkontribusi terhadap warga Jambi. Maka usai kuliah dia bekerja di RS Kambang, Kota Jambi. Tak lama bekerja, dia lolos sebagai dokter di RS Eka Hospital yang terafiliasi dengan Sinarmas Grup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Dokter-Candra.jpg)