Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cerita Alkitab

Cerita Alkitab Tentang Nabi Elia yang Berhasil Menurunkan Hujan Lewat Doa

Simak cerita Alkitab mengenai nabi Elia yang berhasil menurunkan hujan dengan doa dan imannya kepada Tuhan.

Penulis: Tirza Ponto | Editor: Tirza Ponto
Kolase Tribun Manado/Istimewa
Cerita Alkitab mengenai nabi Elia yang berhasil menurunkan hujan dengan doa dan imannya kepada Tuhan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak Cerita Alkitab mengenai nabi Elia berikut ini.

Doa bisa mendatangkan mujizat.

Hal yang tak mungkin menjadi mungkin dengan doa.

1 Raja-raja 18:45 : Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

Dalam ayat ini, Tuhan memberikan hujan setelah tiga tahun hujan tak turun.

Cerita Alkitab mengenai nabi Elia ini menarik untuk disimak.

Elia dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Padahal Elia adalah manusia biasa sama seperti kita.

Dengan iman dan doa Elia mampu menurunkan hujan.

Elia memiliki iman yang kuat.

Elia percaya sesuatu keajaiban pasti terjadi saat ia sungguh-sungguh dengan Tuhan dan percaya waktu Tuhanlah yang terbaik.

Kisah Elia yang berhasil menurunkan hujan ini dimulai ketika Elia berjuang agar bangsa Israel dan raja Ahab menyembah Tuhan, tidak kepada dewa Baal yang dibawa oleh ratu Izebel, isteri Ahab, ke Israel.

Pertama, Elia menubuatkan bahwa tidak ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau dikatakannya.

Elia sendiri disuruh Allah tinggal bersembunyi di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan dengan minum dari sungai itu, dan diberi makan roti dan daging oleh burung-burung gagak tiap pagi dan petang.

Setelah sungai itu kering, karena tidak ada hujan, maka ia tinggal di rumah seorang janda di Sarfat yang termasuk wilayah Sidon. Waktu, putra janda itu yang mati sakit, Elia menghidupkannya kembali.

Setelah 3,5 tahun kekeringan dan kelaparan, Elia muncul dan meminta Ahab untuk mengumpulkan semua nabi Baal, 450 orang semuanya, untuk membuktikan siapa yang hidup, TUHAN atau Baal.

Nabi-nabi Baal dan Elia masing-masing membuat mezbah dengan seekor lembu di atasnya, kemudian masing-masing harus meminta allahnya untuk mendatangkan api dari langit supaya membakar korban di mezbah.

Nabi-nabi Baal tidak berhasil, sedangkan doa Elia didengar TUHAN, yang mengirim api dari langit untuk membakar habis korban di mezbah.

Setelah rakyat melihat itu, mereka mengaku TUHAN adalah Allah, lalu menangkapi semua nabi-nabi Baal dan Elia membunuh mereka semua di sungai Kison. Selanjutnya Elia berdoa dan turunlah hujan ke wilayah Israel.

Dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.

Dari kisah ini kita dapat pelajari bahwa kita dan Elia sama.

Sama-sama ciptaan Tuhan tetapi apakah iman kita sama dengan Elia yang mampu percaya di tengah kondisi yang mustahil?

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Yohanes 11:15, Tuhan Melakukan yang Terbaik untuk Kita

Baca berita lainnya di: Google News

Baca Berita Terbaru Tribun Manado: disini

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved