Sabtu, 18 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen Matius 5:5, Kelemahlembutan Bukanlah Kelemahan

Matius 5:5 TB: Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Editor: Erlina Langi
Freepik.com/gpointstudio
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 

TRIBUNMANADO,CO.ID - Renungan Harian Kristen hari ini

Matius 5:5 TB
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Kelemahlembutan Bukanlah Kelemahan

Segala sesuatu di sekitar kita dunia, budaya, orang-orang cenderung menghargai kekuasaan dan kekuatan, kemandirian dan kecerdasan, keberanian dan keunggulan.

Tetapi dalam ucapan bahagia yang ketiga serangkaian janji yang dibuat Yesus tentang Kerajaan Allah, Yesus menyoroti sesuatu yang berbeda, dengan berkata:

"Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi." Matius 5:5 PBTB2

Kata lemah lembut berasal dari kata praeis dalam bahasa Yunani, yang berarti lemah lembut, rendah hati, atau tunduk; sederhana, lembut, atau bersahaja.

Bahkan, ketika Paulus menggambarkan "buah Roh" (sifat-sifat yang dikembangkan dalam diri umat Tuhan oleh Roh-Nya), kata  kelemahlembutandan kelembutan sering kali digunakan secara bergantian.

Namun, mari kita perjelas: Jika deskripsi seperti itu memberi gambaran yang lemah dan rapuh dalam benak Anda, yakinlah bahwa kelemahlembutan bukan suatu kelemahan.

Kelemahlembutan adalah kekuatan yang terkendali. Itu adalah kekuatan yang tunduk pada otoritas Tuhan.

Sekarang, jika "lemah lembut" bukanlah kata yang Anda gunakan untuk menggambarkan diri Anda saat ini, tidak apa-apa.

Yesus tidak berbicara kepada mereka yang mampu mengatasi segala situasi dan Dia juga tidak mengharapkan versi kita yang sempurna. Sebaliknya, Dia memberikan berkat atas pribadi umat-Nya yang dulu (dan mendatang).

Tuhan terus mengembangkan sifat-sifat bahagia ini di dalam diri para pengikut-Nya.

Dia memurnikan, menguduskan, dan mengubah kita untuk menjadi semakin serupa dengan-Nya.

Dalam Alkitab, Yesus sendiri disebut "lemah lembut".

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved