Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Alasan Pesawat Luar Angkasa Tak Mendarat di Cincin Saturnus

Cincin Saturnus disusun oleh puing yang tertarik gravitasi hingga membentuk cincin. Sebagian berukuran besar, namun ada juga yang kecil.

Editor: Isvara Savitri
istimewa
saturnus 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah planet memiliki cincin.

Mereka adalah Jupiter, Saturnus, dan Uranus.

Namun, cincin Saturnus merupakan yang paling terang.

Bahkan cincin Saturnus sangat solid.

Di gambar-gambar, terlihat permukaan datar dan lebar.

Kabarnya lebar cincin Saturnus sama dengan jarak antara Bumi dan Bulan.

Lantas, mengapa pesawat ruang angkasa tidak mendarat di cincin Saturnus untuk mempelajari Saturnus dan bulan-bulannya?

Pendaratan di cincin Saturnus, mungkinkah?

Dilansir dari NASA, cincin Saturnus memang terlihat kokoh, namun cincin ini sebenarnya adalah kumpulan puing yang "dipaksa" oleh gaya gravitasi hingga membentuk cincin yang rapat.

Cincin Saturnus terdiri dari milyaran potongan kecil batu dan es. Para astronom percaya bahwa bongkahan debu ini dulunya adalah komet atau meteoroid yang lebih besar yang dihancurkan oleh gravitasi besar Saturnus sebelum menghantam planet tersebut.

Baca juga: Live Streaming Cagliari vs Inter Milan, Laga Liga Italia Malam Ini, Akses Nonton Gratis Disini

Baca juga: Segini Gaji Mantan Pelatih Italia Roberto Mancini di Timnas Arab Saudi

Sebagian besar bebatuan dan bongkahan es di dalam cincin Saturnus berukuran sebesar butiran debu, namun ada juga yang ukurannya hampir sebesar rumah.

Saturnus dan beberapa bulannya menyatukan semua puing tersebut dalam cengkeraman gravitasi yang kuat. Bulan Saturnus seperti Pan, Atlas, dan Pandora disebut bulan penggembala karena mereka yang menggiring partikel ke dalam cincin Saturnus.

Menurut Dr. Marc Rayman, salah satu ilmuwan di NASA, kita bisa saja sangat berani dan meminta pesawat ruang angkasa untuk mencoba mendarat di bongkahan besar di dalam cincin Saturnus. Namun, jika bongkahan lainnya beterbangan, itu akan sangat berbahaya.

Jadi, Dr. Rayman mengatakan, lebih baik untuk tidak mencoba mendarat di cincin Saturnus dan terus mempelajarinya dari jarak yang aman. Pasalnya, selama ini, para ilmuwan pun dapat belajar banyak dengan mempelajari cincin dari jarak jauh.

Cincin Saturnus sangat terang

Ilustrasi Saturnus.
Ilustrasi Saturnus. (Pexels.com)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved