Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sains

Es Hilang di Antartika, Anak Penguin Tak Ada yang Selamat

Es semakin menipis di Antartika merugikan banyak pihak termasuk penguin kaisar. Perkawinan mereka di tahun 2022 bahkan gagal.

Editor: Isvara Savitri
Pexels.com
Ilustrasi penguin kaisar. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Es laut di Antartika semakin menipis.

Bahkan selama musim kawin penguin kaisar di tahun 2022, es laut hilang.

Hal itu rupanya berdampak pada perkawinan para penguin tersebut.

Anak-anak dari haril perkawinan tersebut dikabarkan tak ada yang selamat di Laut Bellingshausen.

Hal tersebut ditunjukkan oleh citra satelit.

Peristiwa tersebut merupakan kegagalan perkembangbiakan penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) yang meluas dan pertama kali tercatat.

Namun jika hilangnya es akibat perubahan iklim terus berlanjut, ilmuwan memperingatkan, kejadian ini bukanlah yang terakhir.

“Kami belum pernah melihat penguin kaisar gagal berkembang biak, pada skala tersebut dalam satu musim. Hilangnya es laut di wilayah ini selama musim panas di Antartika membuat sangat kecil kemungkinan anak-anak penguin terlantar dapat bertahan hidup,” kata kartografer Peter Fretwell dari British Antartic Survey.

“Kita tahu bahwa penguin kaisar sangat rentan terhadap iklim yang memanas dan bukti ilmiah terkini menunjukkan bahwa peristiwa hilangnya es laut secara ekstrem seperti ini akan menjadi lebih sering dan meluas,” katanya lagi.

Perkembangbiakan penguin

Baca juga: Gempa Terkini di Yogyakarta, Info BMKG Hari Ini Minggu 27 Agustus 2023, Baru Saja Guncang Bantul

Baca juga: Gempa Terkini Guncang Yogyakarta Minggu 27 Agustus 2023, Berpusat di Laut, Cek Magnitudonya

Mengutip Science Alert, Jumat (25/8/2023) hampir sepanjang tahun terdapat lapisan es laut yang stabil di sekitar Antartika yang menempel di daratan.

Es yang terbentuk dengan cepat ini diketahui muncul pada bulan April, selama musim gugur di Belahan Bumi Selatan, dan bertahan hingga bulan Januari atau puncak musim panas.

Penguin kaisar membuat tempat berkembang biaknya di atas es cepat tersebut, bertelur pada bulan Mei dan Juni.

Masa inkubasi penguin kaisar adalah sekitar 65 hari. Namun anak-anak penguin tidak berdaya sampai mereka menjadi dewasa, sampai bulu mereka tumbuh menjadi bulu yang cocok untuk berenang dan menyelam di perairan Antartika yang dingin.

Anak-anak ini akan siap antara bulan Desember dan Januari.

Penguin bisa bicara seperti manusia
Penguin bisa bicara seperti manusia (Mirror)

Bencana datang

Musim kawin tahun 2022 dimulai dengan normal. Penguin bertelur di musim gugur, lalu mengerami dan menetaskannya hingga musim dingin.

Sayangnya, saat musim semi bencana melanda. Es yang cepat di mana anak penguin berada pecah lebih awal.

Wilayah yang paling terkena dampaknya adalah Laut Bellingshausen, di sebelah barat semenanjung Antartika.

Setiap tahun, penguin kaisar kembali ke lima lokasi yang sama di Laut Bellingshausen untuk bertelur dan membesarkan anak-anaknya. Kelima koloni ini memiliki ukuran yang bervariasi dari rata-rata sekitar 650 pasangan pembiakan hingga 3.500 pasangan pembiakan.

Baca juga: Live Streaming Man City vs Sheffield United Liga Inggris Malam Ini Jam 8, Link Nonton Gratis

Baca juga: Berikut 5 Fitur Terbaru WhatsApp, Bisa Buat Grup Tanpa Nama

Pada bulan Desember 2022, empat dari lima situs tersebut menghilang karena es yang mereka andalkan mencair.

Hanya di satu lokasi, Pulau Rothschild, dengan 650 pasangan pembiakan yang berhasil membesarkan anaknya hingga dewasa. Sementara di tempat lain tidak terdapat tanda-tanda keberadaan anak-anak penguin.

Koloni penguin kaisar dapat ditemukan di seluruh perimeter benua Antartika, namun kegagalan perkembangbiakan Laut Bellingshausen merupakan kegagalan pertama dari banyak hal yang mungkin terjadi.

Saat ini, es laut Antartika berada pada tingkat terendah yang pernah tercatat sepanjang tahun ini. Jika tren terus berlanjut, para ilmuwan mengkhawatirkan lebih dari 90 persen koloni penguin kaisar akan mengalami kepunahan pada akhir abab ke-21.

“Makalah ini secara dramatis mengungkapkan hubungan antara hilangnya es laut dan pemusnahan ekosistem. Perubahan iklim mencairkan es laut pada tingkat yang mengkhawatirkan. Kutub Utara dan Antartika, kemungkinan besar akan hilang pada tahun 2030an," ungkap fisikawan Jeremy Wilkinson dari British Antarctic Survey.

Penguin yang hidup di Antartika.
Penguin yang hidup di Antartika. (pixels.com)

Penelitian ini dipublikasikan di Communications Earth & Environment.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penguin Gagal Berkembangbiak karena Es Hilang di Antartika".

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved