Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab Keluaran 23: 20-33, Merdeka, Lihat ke Depan!

Pemuda pemudi harus melihat ke depan, disertai tanggung jawab yang besar untuk mengisi kemerdekaan.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
pixabay
Bacaan Alkitab Keluaran 23: 20-33, Merdeka, Lihat ke Depan! 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Bacaan Alkitab kali ini masih bicara soal kemerdekaan Republik Indonesia.

Diambil dari kitab Keluaran 23: 20-33. Renungannya diberi judul merdeka, lihat ke depan!

“Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan Allahmu, maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu, dan aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.” (Kel. 23:25)

Baca juga: Bacaan Alkitab Keluaran 15:22-27, Merdeka, Lihat ke Atas

Komponis Alfred Simanjuntak, melalui lagu nasional gubahannya, “Bangun Pemudi Pemuda”, telah memberi inspirasi bagi generasi muda Indonesia melihat masa depannya.

Bait pertamanya berbunyi: “Bangun pemudi pemuda Indonesia.

Tangan bajumu singsingkan untuk negara.

Masa yang akan datang kewajibanmu lah.

Baca juga: Bacaan Alkitab Keluaran 15:1-19, Merdeka, Lihat ke Belakang

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa.

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa.”

Pemuda pemudi harus melihat ke depan, disertai tanggung jawab yang besar untuk mengisi kemerdekaan.

Negara saja selalu berusaha menjamin bahwa perjuangan generasi muda takkan sia-sia.

Baca juga: Bacaan Alkitab Amsal 3:5-6, Percaya kepada Tuhan

Apalagi janji dan jaminan sorgawi bagi setiap orang percaya bukan?

Janji Tuhan bagi bangsa Israel memang luar biasa.

Apabila mereka taat dan setia, maka Allah berjanji menjamin kebutuhan mereka di masa yang akan datang.

Apakah itu makanan dan minuman dan tentu saja kebutuhan hidup mereka seutuhnya.

Tuhan telah melepaskan mereka dari berbagai bencana, dan mengamankan mereka dari agresi Firaun di masa silam, tentu saja Ia menjamin perjalanan hidup mereka selanjutnya.

Tetapi kadangkala mata hati mereka tertutup seperti orang yang tak berpengharapan.

Penglihatan rohani mereka tertutupi oleh kesukaran di padang gurun, sehingga mereka sulit melihat berkat di baliknya.

Mereka sulit melihat berkat di tanah Kanaan yang dijanjikan itu.

“Jika mereka setia beribadah kepada Allah, mereka beroleh jaminan makanan minuman, umur panjang, dan berkat lainnya.” (John Hannah).

Allah mau mengajar mereka untuk berpegang teguh pada janji firman Tuhan yang tak pernah berubah.

Seperti tekad pemazmur, “Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu.” (Mazmur 119:57).

Kekristenan bukan suatu agama yang semu, tetapi memiliki mata iman kepada Allah yang kekal dan pasti di dalam Kristus.

Setiap orang percaya terarah ke Rumah Bapa, tempat perhentian yang kekal itu (Yoh. 14:1-3; Ibr. 4:10).

Memang kita masih harus bergumul dengan segala kesukaran dan penderitaan, namun itu semua hanyalah sementara.

Yesus Kristus yang tidak pernah berubah itulah, yang menjadi pengharapan yang mulia dan kekal (Ibrani 13:8; Roma 8:18).

Sekarang kita bagaimana? Apakah benar mata kita terus memandang ke depan?

Inspirasi: Orang merdeka yang melihat ke belakang, ke atas, ke dalam, dan ke luar, sudah pasti memiliki tatapan yang visioner ke masa depan.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved