Breaking News
Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Senin 31 Juli 2023

Bacaan Alkitab - 1 Tawarikh 29:3 Mencintai Rumah Allah

Daud telah menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan, berkat serta kasih karunia Allah yang melimpah ruah, baik sebagai raja maupun dalam kehidupan

Tayang:
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
www.gracedepth.com
Kisah Daud, Pria Kecil yang Berhasil Kalahkan Raksasa Goliath 

1 Tawarikh 29:3

TRIBUNMANADO.CO.ID - Daud telah menikmati kesejahteraan dan kebahagiaan, berkat serta kasih karunia Allah yang melimpah ruah, baik sebagai raja maupun dalam kehidupan keluarganya.

Kekayaannya juga melimpah. Semua dia sadari terjadi hanya karena kasih dan anugerah Allah. Dia sangat berhutang kepada Allah. Dia ingin menyenangkan hati Allah.

Karena itu, dia sangat berharap agar segera dibangun Bait Suci agar Tabut Perjanjian Allah segera dapat ditempatkan di dalamnya dalam kemuliaan Allah.

Kisah Daud, Pria Kecil yang Berhasil Kalahkan Raksasa Goliath
Kisah Daud, Pria Kecil yang Berhasil Kalahkan Raksasa Goliath (nationalgeographic.grid.id)

Dia sangat merindukan agar segera berdiri dengan kokoh, agung dan megah. Bahkan menakjubkan, agar nama Tuhan selalu dimuliakan di dalam Bait-Nya yang Kudus.

Semuanya itu merupakan perwujudan rasa cinta kasih dan sayang Daud kepada rumah Allah. Dia sangat rindu akan Bait Suci.

Maka dia siap melakukan apapun untuk membangun rumah Allah yang istimewa dan mewah bertatahkan emas dengan harga yang mahal dan penuh kemuliaan.

Jadi, bait itu tidak asal jadi tapi harus dirancang secara terencana baik dan sesuai dengan perintah Allah. Sehingga benar-benar bait itu menggambarkan tentang keperkasaan, kemegahan dan keagungan Allah di tahta-Nya yang maha suci dan kudus.

Ketika menyampaikan itu kepada jemaah Israel, raja Daud sudah berada di penghujung karirnya. Dia segera diganti anaknya Salomo sebagai suksesornya, dan dia akan segera mati dalam ketuaannya.

Jadi sebenarnya dia tidak akan menikmati lagi keindahan, kemewahan dan kemegahan serta keagungan Bait Allah itu. Tetapi Daud justeru memberikan yang terbaik bahkan sangat banyak dalam persiapan pembangunannya, sekalipun dia sendiri tidak akan melihat apalagi menikmati sukacita dan kebahagiaan menyembah Allah di Bait-Nya yang kudus.

Cinta Daud akan Rumah Allah merupakan cinta sejati dan sempurna. Dia rela dan siap melakukan apapun asal Bait Suci dibangun. Dia rela berkorban banyak tenaga, pikiran dan harta untuk Bait Suci.

Dia ingin umat Allah segera membawa persembahan kepada Allah dari mezbah di Bait Allah yang dibangun untuk pengagungan nama Allah yang menakjubkan.

Cinta Daud akan Allah membuat dia sangat cinta kepada rumah kediaman Allah. Dia mau semua umat Tuhan datang kepada Allah di bati-Nya, menyembah, memuliakan dan mengagungkan nama-Nya.

Sehingga meski dia sudah tidak ada, tetapi Bait Allah tetap berdiri tegak mempertemukan dan mempersekutukan umat Tuhan untuk beribadah kepada-Nya, memuji dan menyembah Dia dalam Roh dan Kebenaran.

Jadi, dalam hal ini Daud tidak memikirkan dirinya sendiri, tapi keberlangsungan hidup umat Tuhan agar selalu mengingat Tuhan dan datang kepada-Nya dalam ketaatan dan ketekunan beribadah kepada-Nya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved