Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Sering Kalah dari Ganjar dan Prabowo di Berbagai Hasil Survei, Anis Baswedan Bersyukur

Anies Baswedan mengaku pihaknya belum mengerahkan sumber daya secara masif, namun ketertinggalannya tak jauh dari Ganjar dan Prabowo.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
KOMPAS.com/TATANG GURITNO
Orasi Politik Anies Baswedan, Doakan Anak Muda Cepat Dapat Jodoh dan Pekerjaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hingga saat ini berbagai lembaga survei terus mengeluarkan hasil survei calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres).

Hal tersebut untuk memprediksi dan membantu masyarakat menentukan pilihan untuk Pilpres 2024.

Dalam survei kebanyakan, bacapres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sering menang.

Sedangkan Anies Baswedan, lebih sering berada di bawah Ganjar maupun Prabowo.

Anies pun akhirnya buka suara terkait hal tersebut.

Ia justru merasa bersyukur dengan kalahnya dirinya di berbagai lembaga survei.

Anies mengaku belum menggunakan sumber daya secara masif.

Namun berdasarkan hasil survei, dirinya tidak terpaut jauh dengan posisi Ganjar dan Prabowo.

"Kenapa kami merasa bersyukur? Dengan sumber daya yang kita miliki amat-amat sedikit. Dengan apa-apa yang kita kerjakan secara logistik, sangat sedikit dan mengandalkan basis kerelawanan yang luar biasa kuat."

"Mereka mengerjakannya dengan sepenuh hati, antusias, dan self-funding. Dengan itu saja, kita mendapat selisih dua margin of error (dari Prabowo dan Ganjar)," ujarnya dikutip dari YouTube Karni Ilyas, Sabtu (29/7/2023).

Anies pun menilai, meski selalu di bawah raihan suara Prabowo dan Ganjar dari hasil berbagai lembaga survei, tetapi selisih yang terpaut tidak terlalu jauh.

Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa dirinya dengan Prabowo maupun Ganjar tidak memiliki perbedaan signifikan terkait raihan suara.

"Kita lihat, nomor 1 dan nomor 2, selisihnya satu margin of error. Dengan nomor tiga, maksimal selisih dua margin of error. Artinya tidak ada perbedaan yang luar biasa, padahal kita belum menggunakan sumber daya yang banyak," katanya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan strategi terkini terkait pencalonan dirinya sebagai capres di Pilpres 2024.

Ia mengatakan pihaknya masih membangun basis massa terlebih dahulu untuk dimaksimalkan saat masa kampanye telah dimulai.

Kemudian, strategi selanjutnya yaitu memastikan gagasan keadilan diwujudkan dalam semua aspek, lalu jaringan relawan dibangun secara luas, dan mengkoordinasikan antar koalisi partai agar gagasannya dapat diterima sampai akar rumput.

"Jadi itu semua dilakukan, infrastruktur itu dikerjakan, baru nanti kemudian kerja besarnya," ujarnya.

Di sisi lain, Anies menganggap hasil survei hanyalah pembentukan opini saat ini saja.

Namun, sambungnya, hasil yang sesungguhnya adalah saat masyarakat melakukan pencoblosan di 14 Februari 2024 mendatang.

Kemudian, Anies juga mengatakan salah satu penentuan menang atau tidaknya dirinya dalam Pilpres 2024 adalah saat masa kampanye mendatang untuk menarik simpati masyarakat.

Baca juga: Ramalan Shio Pekan Depan 30 Juli - 5 Agustus 2023: Ayam-Anjing Koneksi Hebat, Babi Terampil

Baca juga: Renungan Harian, Amsal 4:23, Menjaga Hati dengan Segala Kewaspadaan

"Kampanye yang sesungguhnya yang dilakukan mulai Oktober-Februari, itu yang akan berdampak. Kami tidak terlalu menghabiskan waktu untuk membentuk opini di dalam posisi nomor berapa dalam survei."

"Kenyataannya ketika sudah jalan, itu (hasil survei) tidak diingat-ingat lagi. Survei bulan Maret kemarin, Mei kemarin. Sudah tidak ingat, kita fokusnya ke depan, di situ saja," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam berbagai lembaga survei terakhir, Anies selalu berada di peringkat ketiga dibanding pesaing terdekatnya yaitu Prabowo dan Ganjar.

Hal tersebut dibuktikan dari hasil survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan Anies berada di peringkat ketiga.

Dalam simulasi 34 nama semi terbuka, Prabowo menempati peringkat teratas dengan elektabilitas sebesar 31,6 persen dan diikuti Ganjar di posisi kedua dengan raihan 31,4 persen suara.

Sementara Anies terpaut jauh dengan raihan 17,6 persen suara.

Lalu di simulasi 19 nama semi terbuka, Prabowo dan Ganjar lagi-lagi bersaing ketat.

Menteri Pertahanan tersebut pun meraih 33,4 persen suara dan diikuti Ganjar dengan 31,5 persen.

Lagi-lagi Anies kalah jauh ketimbang Prabowo dan Ganjar dengan raihan 17,4 persen suara.

Anies pun kembali kalah ketika simulasi dikerucutkan menjadi tiga nama.

Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan. Prabowo meraih sentimen positif tertinggi sebagai capres disusul Ganjar dan Anies.
Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan. Prabowo meraih sentimen positif tertinggi sebagai capres disusul Ganjar dan Anies. (Kolase Tribun Manado)

Prabowo lagi-lagi berada di puncak dengan raihan 36,8 persen suara dan kembali diikuti dengan Ganjar yang meraih 21,5 persen suara.

Sementara Anies berada di posisi ketiga dengan suara 21,5 persen.

Sebagai informasi, survei ini digelar pada 20-24 Juni 2023 secara tatap muka.

Survei dilakukan terhadap 1.220 responden dari seluruh provinsi dengan usia minimal 17 tahun atau sudah bisa mengikuti pemilu.

Baca juga: Sinopsis King The Land Episode 13 Malam Ini Sabtu 29 Juli 2023, Sa Rang Memilih Menjauh dari Gu Won

Baca juga: Berikut Kriteria Pemain U-17 yang Dicari Indra Sjafrie, Seleksi Tahap Akhir di Manado

Sementara responden dipilih dengan metode simple random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anies Justru Bersyukur Kalah dari Prabowo dan Ganjar di Berbagai Hasil Survei, Ini Alasannya.

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved