Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK Kamis 27 Juli 2023

Bacaan Alkitab - Ulangan 28:9-10 Ketaatan Diuji, Teruji Diberkati

Taat. Satu kata yang hanya ada 4 huruf. Di baca dari depan dan belakang, sama tetap taat. Tapi, meski sederhana, taat mengandung makna dan pengaruh

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
granthamchurch.org
Bacaan Alkitab 

  Ulangan 28:9-10
TRIBUNMANADO.CO.ID - Taat. Satu kata yang hanya ada 4 huruf. Di baca dari depan dan belakang, sama tetap taat. Tapi, meski sederhana, taat mengandung makna dan pengaruh yang amat besar bagi kehidupan setiap insan manusia.

Sebab taat menjadi kunci bagi kehidupan umat manusia, terutama orang yang percaya kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan akan menguduskan dan memberkati umat Israel, jika mereka taat kepada Tuhan. Taat berarti, mendengar firman Tuhan dan melakukannya dengan setia dalam hidup setiap hari.

Ilustrasi membaca Alkitab dan berdoa
Ilustrasi membaca Alkitab dan berdoa (Tribun Manado/Indra Sudrajat)

Jika mereka taat, bangsa di bumi akan melihat kuat kuasa dan kasih Allah yang membela mereka, sehingga mereka takut kepada bangsa itu. Israel akan menjadi tolok ukur, pemimpin perubahan dan pandu bagi bangsa-bangsa di dunia dalam menciptakan peradaban baru yang futuristik dan visioner.

Dengan demikian, Israel diberkati untuk jadi berkat, bukan hanya bagi dirinya, tapi bagi dunia atau bangsa-bangsa lainnya. Kuncinya adalah, mereka harus taat kepada Tuhan.

Taat yang dimaksudkan di sini tidak sekedar jadi slogan atau kata-kata pemanis. Bukan juga sekedar sebuah harapan. Taat adalah sebuah proses. Yang memprosesnya adalah waktu. Waktu dan berbagai persoalan hidup, akan menguji ketaatan kita.

Taat akan diuji segala bentuk gumul juang dalam hidup kita. Jika ketaatan kita teruji dan tahan uji, maka umat diberkati dan akan Tuhan pakai menjadi berkat bagi banyak orang bahkan bagi bangsa dan bangsa-bangsa.

Jadi, taat adalah sebuah proses. Tidak parsial atau berdiri sendiri dan instan. Tapi berlangsung terus menerus.

Taat bukan hanya menghadapi satu persoalan, tetapi banyak bahkan semua persoalan hidup dalam bentuk apapun. Taat juga bukan hanya pada saat tertentu saja, tetapi selalu dan terus menerus. Itulah proses pengujian ketaatan kita, seperti pengalaman bangsa Israel.

Dalam ketaatan, ada penderitaan. Taat yang benar adalah, meskipun kita menderita, kita tetap taat. Sebab Kristus telah lebih dulu menderita demi keselamatan dan kebahagiaan hidup kita.

Bahkan oleh kasih karunia Allah, Dia relakan Putera Tunggal-Nya Tuhan Yesus Kristus mati tersalib dalam ketaatan-Nya. Dia rela berkorban tubuh dan raga-Nya untuk kepentingan kita. Itulah ketaatan yang sejati. Itulah tolok ukur ketaatan yang benar.

Baca juga: Bacaan Alkitab Yohanes 15:9-17, Saling Mengasihi Dalam Kristus

Nabi Musa mengajarkan umat Israel dan mengingatkan kita yang hidup di zaman now bahwa sebagai umat Allah, kita haruslah hidup taat kepada Allah.

Allah telah lebih dulu menunjukkan kasih karunia dan berkat-Nya yang tak terhingga bagi umat Israel, terutama ketika mereka dibebaskan dari perbudakan di Mesir, dan dalam lindungan kasih Allah dalam perjalanan 40 tahun di Padang Gurun.

Karena itu, sebelum bangsa itu memasuki tanah Kanaan sebagai tanah Perjanjian, Musa mengingatkan umat Israel untuk hidup taat kepada Tuhan.

Taat kepada Tuhan berarti berpegang kepada perintah (firman) Tuhan. Yakni hidup takut akan Tuhan dengan tunduk kepada-Nya karena kekaguman dan pengagungan kita kepada Allah yang teramat sangat mulia.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved