Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Polisi Tembak Polisi

Ayah Bripda Ignatius Dibiayai Polda Kalbar ke Jakarta, Terkejut Anaknya Tewas dengan Luka Jahit

Ternyata begitu Bripda Ignatius Dwi Frisco tewas tertembak senjata api milik senior di korps kepolisian, pihak Mabes Polri langsung

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado/Handout/Istimewa/Facebook.com/Rsud Melawi
Peristiwa Polisi Tembak Polisi kembali terjadi. Bripda IMS dan Bripka IG diduga tembak mati Bripda Ignatius di Rusun Polri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MELAWI -Ternyata begitu Bripda Ignatius Dwi Frisco tewas tertembak senjata api milik senior di korps kepolisian, pihak Mabes Polri langsung menginformasikan ke orangtua korban.

Bripda Ignatius yang tewas diduga ditembak oleh seniornya di Rusun Polri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (23/7/2023) pukul 01.40 WIB.

Ayah Bripda Ignatius, Y Pandi pun buka suara mengenai kematian anaknya.

Bahwa pasca-kejadian, Y.Pandi langsung ditelepon oleh pihak Mabes Polri.

(Kiri) Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage Polisi (Bripda IDF) asal Kabupaten Melawi Kalimantan Barat tengah menjadi sorotan publik. (Kanan) Pemakaman Bripda IDF.
(Kiri) Bripda Ignatius Dwi Frisco Sirage Polisi (Bripda IDF) asal Kabupaten Melawi Kalimantan Barat tengah menjadi sorotan publik. (Kanan) Pemakaman Bripda IDF. (Kolase Tribunnews.com)

Kala itu, Y.Pandi diminta pihak Mabes Polri untuk buru-buru ke Jakarta.

Namun saat itu pihak Mabes menyebut Bripda Ignatius sakit keras, bukannya tewas ditembak.

"Saya mendapat telepon dari Mabes Polri, mereka mengatakan anak saya ini sakit keras, kalau bisa bapak dan ibu segera turun ke Jakarta, itu hari Minggu tanggal 23 Juli, jam 11.30 Wib," kata Y.Pandi.

Diminta segera ke Jakarta, pria yang memiliki jabatan sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat itu pun tak lantas percaya.

Sebab sebelumnya, Y.Pandi pernah tertipu oleh telepon iseng.

Baca juga: Gempa Terkini Kamis 27 Juli 2023, Info BMKG Magnitudo 3,7 Berpusat di Laut Kedalaman 11 Km

 "Setelah itu kami tidak percaya karena saya juga pernah tertipu oleh telepon yang gelap yang mengancam, bilang saya kecelakaan, makanya kami enggak percaya," imbuh Y.Pandi.

Namun tak berselang lama, pihak dari Polda Kalimantan Barat turut meneleponnya dan meminta Y.Pandi agar segera ke Jakarta.

Seluruh biaya akodomasi dan tiket perjalanan orangtua Bripda Ignatius Dwi pun ditanggung Polda Kalbar.

Setelah tiba di Jakarta, Y.Pandi tersentak dengan fakta yang ia temukan.

Bahwa putra kesayangannya itu tewas dengan luka jahitan yang ternyata bekas penembakan di leher dekat telinga.

Y.Pandi pun syok saat mendengar penjelasan Mabes bahwa Bripda Ignatius meninggal karena tak sengaja ditembak seniornya.

"Menurut kami sulit untuk diterima secara akal sehat manusia sebagaimana mungkin ada senjata api yang tiba-tiba meletus dan tepat sekali mengena ke bagian leher anak kami. Kami tetap ingin agar ada keterbukaan, ada kejujuran dan sikap profesional dari pihak Mabes Polri," pungkas Y.Pandi.

Kini, keluarga korban tengah melaporkan kasus kematian Bripda Ignatius ke pihak Propam.

Mereka pun didampingi oleh tim dari kuasa hukum Hotman Paris.

Penjelasan Densus 88

Sementara itu, kasus kematian Bripda Ignatius Dwi Frisco yang konon diselimuti misteri itu dibantah keras Densus 88.

Dilansir dari Wartakota, Juru Bicara Densus 88 menegaskan bahwa tidak benar Bripda Ignatius Dwi Frisco diduga ditembak karena sempat bertengkar dengan seniornya.

"Tidak benar ada penembakan. Tidak ada (pertengkaran)," ujar Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar.

Diungkap Kombes Aswin Siregar, peristiwa itu terjadi karena kelalaian pelaku sebagai sesama anggota Densus 88.

Ya, korban dan pelaku sama-sama anggota dari Densus 88.

"Peristiwanya adalah kelalaian, pada saat mengeluarkan senjata dari tas, sehingga senjata meletus dan mengenai anggota lain di depannya," imbuh Kombes Aswin Siregar.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Gelagat Bripda Ignatius Sebelum Tewas Ditembak Senior Diungkap Ibu, Ayah: Sulit Diterima Akal Sehat

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Cerita Orang Tua Bripda Ignatius, Dapat Telepon dari Mabes Polri yang Sebut Anaknya Sakit Keras, https://www.tribunnews.com/regional/2023/07/27/cerita-orang-tua-bripda-ignatius-dapat-telepon-dari-mabes-polri-yang-sebut-anaknya-sakit-keras?page=all.

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved