Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

MTPJ 23 – 29 Juli 2023 Ulangan 28:1-14 Mendengar dan Melakukan Firman Mendatangkan Berkat Sorgawi

Sebagai orang percaya, kita dituntut untuk memelihara iman dan setia melakukan kehendak Tuhan Allah dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Renungan Harian Kristen - Berlindung Kepada Tuhan 

Kata ini artinya bukan hanya sekedar menjaga dan memelihara tetapi juga bermakna melakukan dengan hati-hati, dengan penuh perhatian. Melakukan dengan setia adalah upaya untuk menjaga dan memelihara perintah/Firman Tuhan Allah tersebut.

Kata jalan dalam kalimat hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, menggunakan kata Ibrani derek yang berarti cara, kebiasaan, sikap/tindakan, perilaku. Umat diajak untuk berjalan atau hidup menurut jalan/cara Tuhan Allah yang ditunjukkan dalam perintah/Firman yang diberikan kepada mereka.

Pernyataan terakhir dalam bagian ini adalah ajakan untuk tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah Tuhan dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.

Kata tidak menyimpang menggunakan kata Ibrani welo’ tasur yang artinya; tidak menyimpang/berbalik, tidak meninggalkan, tidak menjauh, tidak mengabaikan, tidak berhenti. Jadi, ajakannya adalah tidak menyimpang/berbalik, tidak meninggalkan, tidak menjauh, tidak mengabaikan, tidak berhenti melakukan perintah Tuhan Allah.

Tindakan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya adalah tindakan yang bertolak belakang dari perintah Tuhan Allah, sebab itu berarti menyimpang/berbalik, meninggalkan, menjauh, mengabaikan, dan berhenti melakukan perintah Tuhan Allah. Itu jelas dilarang.

Melihat konteks Israel, hal itulah yang telah menjadi sebab sehingga Israel Utara (Israel) dibawa ke pembuangan di Asyur, dan kemudian Israel Selatan (Yehuda) dibawa ke pembuangan di Babel.

Artinya tindakan tersebut tidak mendatangkan berkat tetapi mendatangkan kutuk dan hukuman bagi umat.

Dari keseluruhan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ajakan untuk taat dan setia kepada perintah Tuhan Allah itu berarti: sungguh-sungguh mendengar suara dan perintah Tuhan Allah, melakukannya terus-menerus (secara konsisten), dengan sepenuh hati hidup menurut jalan/cara Tuhan Allah, serta tidak menyimpang/berbalik, tidak meninggalkan, tidak menjauh, tidak mengabaikan, tidak berhenti melakukan perintah Tuhan Allah.

Ketaatan dan kesetiaan itu bukan hanya berlangsung untuk suatu waktu tertentu saja tetapi secara terusmenerus atau konsisten dan harus menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan atau dihentikan kapan saja.

Jika demikian itu menjadi cara hidup atau the way of life dari umat Allah. Dengan cara demikianlah sepatutnya mereka menjalani kehidupan.

Kedua, teks ini menguraikan dengan detail tentang berkat (Ibrani: berakah) yang diberikan oleh Tuhan Allah kepada umat yang mendengar, melakukan dan memelihara perintah Tuhan Allah dengan taat dan setia.

Semua berkat tersebut diuraikan di dalam ayat lb, ayat 3-9a dan ayat 10-13a. Berkat-berkat yang diberikan Tuhan Allah adalah:

Tuhan akan mengangkat umat di atas segala bangsa di bumi (ayat lb). Tuhan akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi (Ibrani: unetaneka yehowah ‘eloheyka `elyon).

Kata unetaneka, artinya: dia telah memberikan /menempatkan/meletakkan kepadamu. Sedangkan kata `elyon artinya: tinggi, di atas. Kata ini juga dipakai sebagai salah satu nama Allah: Allah yang Mahatinggi.

Jadi, Tuhan Allah akan menempatkan/meletakkan mereka menjadi tinggi (di atas segala bangsa di bumi). Kekalahan Israel dari bangsa-bangsa lain (Asyur dan Babel) memang dapat dipandang sebagai bentuk hukuman Tuhan Allah kepada Israel karena dosa mereka.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved