Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Kristen 1 Tesalonika 5:15, Tidak Layak di Mata Manusia

Renungan Kristen hari ini diambil dalam kitab 1 Tesalonika 5:15 TB, membahas mengenai Tidak layak di mata manusia.

|
Penulis: Erlina Langi | Editor: Erlina Langi
Pexels.com
Renungan Kristen hari ini diambil dalam kitab 1 Tesalonika 5:15 TB, membahas mengenai Tidak layak dimata manusia. 

“Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas yang jahat dengan yang jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.”
1 Tesalonika 5:15 PBTB2

Kata-kata Paulus persis dengan kata-kata Yesus—mengasihi sesama seperti dirimu sendiri; memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan oleh mereka. (Lihat: Matius 22:38-40)

Jalan Tuhan mungkin tidak selalu mudah, tetapi selalu dapat dipercaya.

Ketika kita memilih untuk tidak mengampuni, maka kebencian dan kecemasan serta kepahitan akan mudah mengakar. Namun ketika kita memilih untuk mengampuni (meskipun kita mungkin perlu mempertimbangkan batasan baru), maka kasih dan damai sejahtera serta pemulihan dapat bertumbuh.

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah Anda berlaku kejam? Pernahkah Anda egois? Menjelekkan seseorang di belakangnya? Melanggar janji penting? Berbohong, mengkritik, mengabaikan, atau melakukan hal yang di luar batas? Pernahkah Anda memutuskan untuk menyerah dan menjauhi orang lain?

Dengan cara kita sendiri, kita semua pernah mengecewakan seseorang. Kita telah mengabaikan perintah Tuhan dan, sebaliknya, menciptakan aturan sendiri. Kita telah berdosa.

Kita layak menerima murka Allah, tetapi sebaliknya, Dia menawarkan kasih-Nya yang tanpa syarat kepada kita.

Karena pengorbanan terbesar Yesus, kita tidak mengalami apa yang pantas kita terima. Dan bahkan ketika Yesus tergantung di kayu salib, menghembuskan nafas terakhir-Nya di dunia, Dia berseru, “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)

Yesus membalas kejahatan kita dengan belas kasihan yang luar biasa, membiarkan kita bebas untuk mengalahkan kejahatan dengan kebaikan. Jadi hari ini, mari kita menghormati pengorbanan-Nya dengan memperlakukan orang lain sebagaimana Dia memperlakukan kita.

(*)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved