Penanganan ASF di Sulut
Tanda-tanda Babi Terkena Virus ASF dan Cara Aman Penanganannya
ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, zoonosis.Jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID - African Swine Fever (ASF) tengah jadi momok bagi industri ternak babi di Indonesia.
Hal ini disebabkan penyakit flu babi Afrika ini belum ditemukan vaksinnya.
Selain itu, rasio mortalitas atau dampak kematian akibat ASF mencapai 100 persen.
Meskipun begitu, ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat.
"ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, zoonosis.
Jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi," demikian pernyataan di lama PPID Kementerian Pertanian RI.
Terkait itu, sebagaimana dijelaskan di laman tersebut, tanda-tanda Klinis ASF pada babi sebagai berikut:
1. Kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum
2. Diare berdarah
3. Berkumpul bersama dan kemerahan pada telinga
4. Demam (41 derajat Celsius), Konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis, kejang, kadang2 muntah, diare atau sembelit
5. Pendarahan Kulit Sianosis
6. Babi menjadi tertekan, telentang,kesulitan bernapas, tidak mau makan.
ASF dapat menyebar melalui :
1. Kontak langsung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/fgnghnjmhgkmn.jpg)