Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan ASF di Sulut

Tanda-tanda Babi Terkena Virus ASF dan Cara Aman Penanganannya

ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, zoonosis.Jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Tribunmanado.co.id/HO
Ilustrasi ternak babi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - African Swine Fever (ASF) tengah jadi momok bagi industri ternak babi di Indonesia. 

Hal ini disebabkan penyakit flu babi Afrika ini belum ditemukan vaksinnya. 

Selain itu, rasio mortalitas atau dampak kematian akibat ASF mencapai 100 persen. 

Meskipun begitu, ASF tidak berbahaya bagi manusia dan bukan masalah kesehatan masyarakat. 

"ASF bukan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, zoonosis.

Jadi produk babi dipastikan tetap aman untuk konsumsi," demikian pernyataan di lama PPID Kementerian Pertanian RI. 

Terkait itu, sebagaimana dijelaskan di laman tersebut, tanda-tanda Klinis ASF pada babi sebagai berikut:

1. Kemerahan di bagian perut, dada dan scrotum

2. Diare berdarah

3. Berkumpul bersama dan kemerahan pada telinga

4. Demam (41 derajat Celsius), Konjungtivitis, anoreksia, ataksia, paresis, kejang, kadang2 muntah, diare atau sembelit

5. Pendarahan Kulit Sianosis

6. Babi menjadi tertekan, telentang,kesulitan bernapas, tidak mau makan.

ASF dapat menyebar melalui :

1. Kontak langsung

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved