HUT Manado
FOTO Perbandingan TKB Manado Dulu dan Sekarang, Dulunya Jadi Tempat Esek-esek Kini Terang Benderang
TKB seolah dulu beralih fungsi. Taman Kesatuan Bangsa dulunya dijadikan lokasi esek-esek.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Manado, Sulawesi Utara ( Sulut ) hari ini Jumat 14 Juli 2023 berulang tahun yang ke-400.
Manado adalah Ibu Kota Sulut yang yang memiliki 11 kecamatan dan 87 kelurahan.
Pun, Manado juga memiliki spot-spot keren yang sarat sejarah.
Baca juga: AKHIRNYA Terungkap Arti Logo Mata di HUT ke-400 Kota Manado, Ternyata Lambangkan Hal ini Loh
Contohnya saja TKB atau Taman Kesatuan Bangsa ( TKB ) yang berada di Jalan Dotulolong Lasut, Pinaesaan, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Dulu taman TKB tak dijadikan seperti fungsinya sebagai taman.
TKB seolah dulu beralih fungsi.
Baca juga: ARTI Nama 8 Kampung di Manado yang Dulunya Sering Terjadi Tarkam, Kuhun Tulang Besi, Tuminting Panah
Taman Kesatuan Bangsa dulunya dijadikan lokasi esek-esek.
Lampu yang remang-remang di TKB semakin menambah kesan lokasi enak-enak.
Namun kini TKB sudah kembali fungsinya.
Sudah banyak tumbuhan yang hidup mekar di TKB.
Belum lagi kalau malam hari lampu terang menderang bersinar.
Selain terkenal sebagai lokasi esek-esek, TKB ini juga memiliki kisah mistisnya.
Baca juga: BUKAN Tikala, Ternyata Ini Nama Kampung Pertama di Manado, Huruf Awal W Tapi Bukan Wenang Atau Wanea
Mungkin tak banyak dari kita yang tahu soal sejarah apa saja yang terjadi di Kota Manado.
Seperti yang dipercaya oleh sejumlah warga Manado soal objek Wisata Manado.
Katanya ada kisah mistik di TKB Manado.
Patung Dotu Lolong Lasut di tengah TKB tersebut tetap bersalut hal mistik.
Ya diketahui di TKB terdapat taman.
Taman itu ditata.
Lampu dipasang.
Air terjun diaktifkan.
Kanopi senilai miliaran rupiah dibuat sekeliling teater.
Samping TKB dibangun rumah kopi.
Namun hal hal mistik tetap mewarnai.
Patung Dotu Lolong Lasut di tengah taman tersebut tetap bersalut hal mistik.
Sejumlah warga percaya patung itu punya kesaktian.
Di waktu waktu tertentu masih ada yang datang di sini untuk memberi sesuatu pada patung.
Sejumlah petugas bahkan ketakutan untuk mengecat patung tersebut.
"Kami takut jangan-jangan kena penyakit," kata seorang petugas pembersih taman.
Dotu Lolong Lasut alias Ruru Ares lahir pada bulan November 1450.
Adalah seorang tokoh pendiri ‘ Wanua Wenang’ cikal bakal berdirinya Kota manado, dengan bergelar Kepala Walak/ Kepala Agama Wenang pada jaman itu.
Dotu Lolong Lasut merupakan perintis dan membangun TUMANI negeri WENANG.
Sebuah daerah yang kemudian menyatu dengan Kota Manado sekarang ini.
Dotu Lolong Lasut juga bisa disebut tokoh perjuangan rakyat Minahasa.
Karena ia berhasil mengusir sejumlah orang Portugis yang datang ke Wenang pada saat itu.
Oleh karena itu nama Dotu Lolong Lasut tetap dikenang sepanjang masa oleh masyarakat Sulawesi Utara lebih khusus masyarakat Manado dan Minahasa.
Kegiatan wisata yang dapat dilakukan ditempat ini adalah untuk melihat dan mengenal sejarah berdirinya Kota Manado, Monumen Dotu Lolong Lasut dapat dilihat di pusat kota Manado tepatnya di dalam komplek Pasar 45. (Tribunmanado.co.id/Ind/Art)
Baca Berita Lainnya di: Google News
Berikut foto-foto TKB dulu dan sekarang:
#

#

#

#

#

Hut ke 400 Manado Meriah, Andrei dan Richard Sukses Jadikan Ibu Kota Sulawesi Utara Maju |
![]() |
---|
Terbanyak dalam Penanganan Laporan Masyarakat, Polresta Terima Penghargaan Pemkot Manado |
![]() |
---|
Hadiah HUT ke-400 Kota Manado Sulawesi Utara, BSG Revitalisasi Kampung Warna-warni Sindulang |
![]() |
---|
Semarak HUT ke-400 Manado, Andrei Angouw dan Irene Pinontoan Jalan Sehat Bersama Tokoh Agama |
![]() |
---|
Potret Suasana Rapat Paripurna Dalam Rangka Peringati HUT ke-400 Kota Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.