Sains
Badai Matahari Diperkirakan Terjadi Tahun 2025, Benarkah Bisa Sebabkan Kiamat Internet?
Badai matahari diperkirakan terjadi pada tahun 2025. Fenomena tersebut bisa memberi berbagai dampak bagi Bumi.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Badai matahari diperkirakan terjadi pada tahun 2025.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa badai matahari bisa terjadi dalam waktu dekat.
Pasalnya, peningkatan aktivitas matahari sudah terjadi.
Bahkan para ilmuwan sudah memperkirakan bahwa puncak Matahari maksimal bisa terjadi paling cepat akhir tahun 2023.
Lalu, bagaimana dampak badai matahari?
Merupakan bagian dari tata surya, tentu badai matahari bisa mempengaruhi cuaca luar angkasa.
Tak berhenti sampai di situ, badai matahari juga berdampak bagi Bumi.
Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh fenomena badai Matahari adalah gangguan sinyal internet, GPS, hingga mengganggu satelit yang mengorbit Bumi.
Namun, apakah mungkin badai Matahari yang dahsyat dapat melumpuhkan atau bahkan memusnahkan internet di planet ini?
Menurut fisikawan matahari dari University of Reading di Inggris, Mathew Owens, seperti dikutip dari Live Science, Selasa (11/7/2023), badai Matahari yang dahsyat bisa saja menyebabkan bencana tersebut.
Baca juga: Jangan Dibuang, Ini Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman
Baca juga: 217 Hari Menuju Pilpres 2024: Survei Head to Head: Ganjar Tahan Kemenangan Prabowo
"Anda benar-benar memerlukan suatu peristiwa besar untuk mewujudkan hal (memusnahkan internet) tersebut, yang mana hal ini tidak mustahil. Tapi saya pikir melumpuhkan jaringan listrik lebih mungkin terjadi," kata Owens.
Faktanya, fenomena lumpuhnya jaringan listrik akibat efek badai Matahari ini pernah terjadi dalam skala kecil.
Pada Februari 2022, abdai Matahari pernah menyebabkan bencana fatal pada puluhan satelit Starlink milik SpaceX.
Sebanyak 40 satelit Starlink lumpuh dan keluar dari jalurnya, segera setelah diluncurkan ke orbit Bumi.
Melumpuhkan beberapa satelit Starlink tidak cukup dengan mengacaukan akses internet global.

Untuk mengacaukan internet secara keseluruhan, maka badai Matahari harus mengganggu kabel serat optik ultra-panjang yang membenang di baweah laut dan menghubungan antar benua.
Kabel-kabel ini kemudian dilengkapi dengan repeater yang dapat membantu meningkatkan sinyal internet saat melintas.
Kendati kabel-kabel optik tidak rentan terhadap gelombang elektromagnetik badai Matahari, namun repeaternya cukup rentan.
Jika satu repeater padam, maka itu saja cukup untuk mematikan seluruh kabel optik.
Fatalnya, apabila banyak kabel yang offline, maka efek terburuk dari badai Matahari yang merusak perangkat tersebut dapay menyebabkan 'kiamat internet'.
Baca juga: Daftar Marga atau Fam Asli Minahasa dari Huruf A hingga G
Baca juga: Daftar Harga HP Oppo Terbaru di Juli 2023: Oppo A77s, Oppo Reno8 5G, Oppo A96 Mulai Rp1 Jutaan
Pemadaman internet global dapat berpotensi menjadi bencana besar, sebab saat mengganggu segala hal di Bumi, seperti gangguan komunikasi, rantai pasokan, sistem medis, pasar saham hingga kemampuan dasar orang untuk bekera dan berkomunikasi.
Melindungi internet dari dampak badai Matahari
Fenomena badai Matahari dikenal juga sebagai cuaca antariksa. Badai Matahari terjadi ketika Matahari melepaskan ledakan radiasi elektromagnetik yang intens.
Gelombang energi yang dilontarkan ini akan bergerak ke luar dan berdampak pada benda-benda lain di Tata Surya, tak terkecuali Bumi.
Kiamat internet mungkin saja terjadi, apabila badai Matahari benar-benar mengacaukan salah satu perangkat internet global.

Kendati demikian, ada beberapa cara untuk dapat melindungi internet dari efek buruk badai Matahari atau cuaca luar angkasa, di antaranya sebagai berikut.
- Menopang jaringan listrik, satelit dan kabel bawah laur agar tidak kelebihan beban akibat masuknya arus. Termasuk memasang alat pengaman untuk mematikan jaringan secara stratgis saat badai Matahari menghantam Bumi.
- Cara kedua dianggap lebih murah, yakni dengan mengembangkan metode yang lebih baik untuk memprediksi badai Matahari dalam jangka panjang.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apakah Badai Matahari yang Dahsyat Bisa Melumpuhkan Internet?".
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Kenapa Langit Malam Tak Terang Seperti Siang? Ilmuwan Ungkap Jawaban Mengejutkan |
![]() |
---|
Kehidupan di Laut Mati, Ada Bakteri hingga Alga |
![]() |
---|
Fakta-Fakta Rafflesia Arnoldii, Bunga Terbesar di Dunia |
![]() |
---|
Jenis-Jenis Hewan yang Bisa Menghasilkan Listrik, Kebanyakan Ikan |
![]() |
---|
Dipenuhi Berbagai Jenis Limbah, Berikut Daftar Sungai Terkotor di Dunia, Ada 1 di Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.