Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengucapan Syukur

Pengucapan Syukur, Sediakan Menu Istimewa, Undang Saudara dan Kerabat Lalu Makan Bersama

Warga Sulawesi Utara terutama di Minahasa Selatan tengah ramai memperbincangkan soal pengucapan syukur.

Editor: Chintya Rantung
TRIBUN MANADO/ARTHUR ROMPIS
Suasana Pengucapan Syukur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Sulawesi Utara terutama di Minahasa Selatan tengah ramai memperbincangkan soal pengucapan syukur.

Tradisi pengucapan syukur yang setiap tahun dirayakan.

Kabarnya warga di Minsel bakal merayakan pengucapan syukur pada Minggu 9 Juli 2023.

Seperti hal Jein warga Tompasobaru Minsel sudah mempersiapkan bahan-bahan makanan untuk merayakan pengucapan syukur.

Tak hanya itu dirinya sudah mempersiapkan makanan khas saat pengucapan yakni dodol dari beberapa hari lalu.

"Dari Minggu lalu bahan-bahan untuk membuat dodol sudah dipersiapkan," sebutnya.

Ia menyebutkan sudah diumumkan di gereja pengucapan tanggal 9 Juli.

"Momen ini sudah menjadi tradisi," sebutnya.

Diketahui momen pengucapan syukur ini identik dengan pesta makan dan minum serta momen 'baku dapa' antara keluarga dan kerabat.

Lantas, apa sebenarnya arti pengucapan syukur.

Lalu benarkah saat merayakan pengucapan syukur ada dampak negatifnya?

Simak berikut ini pejelasannya

Pengucapan syukur merupakan simbol syukur kepada Tuhan atas hasil panen kebun, pertanian dan berkat lainnya yang diperoleh selama ini.

Hanya memang ada sedikit pergeseran makna.

Sebab yang utama sebenarnya dalam pengucapan syukur adalah mempersembahkan hasil kebun terbaik di gereja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved