Sulawesi Utara
Musim Kemarau, Sulawesi Utara Harus Antisipasi Kelangkaan Beras
Musim kemarau hampir tiba di Sulawesi Utara. Kelangkaan bahan pangan salah satunya beras perlu menjadi perhatian.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANAOD.CO.ID, MANADO - Musim kemarau akibat fenomena El Nino mulai melanda Kawasan Asia Pasifik.
Dampak El Nino lebih cepat terasa seiring perubahan iklim.
Indikatornya, suhu permukaan bumi makin panas.
Fenomenal alam ini menjadi perhatian Bank Indonesia, khususnya ancaman terhadap kelangkaan bahan pangan.
Deputi Kepala Perwakilan Divisi Perumusan dan Implementasi Kekda BI Sulut, Fernando Butarbutar, mengatakan Sulawesi Utara perlu mewaspadai adanya kelangkaan beras akibat musim panas berkepanjangan.
"Kita harus mengambil langkah-langkah strategis menjelang kemarau," kata Fernando Butarbutar dalam Diskusi Ekomomi Bersama ISEI Manado di Ruang Tondano Kantor BI Sulut, Senin (12/6/2023).
Sebelumnya, beras menjadi persoalan inflasi di berbagai daerah di Indonesia.
Perubahan iklim menyebabkan adanya gagal panen di sejumlah daerah sentra beras.
"Apalagi ini akan musim kering, Pemerintah Provinsi Sulut harus bisa melihat ini," katanya.
Tidak hanya beras, musim kering juga akan menyebabkan gagal panen komoditas pangan lainnya.
Baca juga: 30 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Ujian Sekolah Mapel Sejarah Kelas 11 SMA/SMK, Soal Pilihan Ganda
Baca juga: Gempa Terkini Guncang Fakfak Papua Barat Senin 12 Juni 2023, Info BMKG Magnitudo 4,0 SR
Meskipun demikian, secara historis di Sulawesi Utara belum pernah didapati kekeringan.
"Apalagi saat ini ada dua bendungan besar, Kuwil dan Lolak. Semoga itu bisa membantu menjadi solusi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Foto-Tribun-ManadoFernando-Lumowa-Deputi-Kepala-Perwakilan-Divisi.jpg)