Sulawesi Utara
10 Rusa Dilepas di TWA Batu Angus Bitung Sulawesi Utara, Ini Jenisnya
Ia menjelaskan, sebelum di lepasliarkan ke 10 ekor rusa ini berada di Tasikoki bersama puluhan rusa lainnya.
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
Operational Head Integrated Termina Bitung, PT Pertamin la diwakili oleh superviser HSSE Nova Teguh Setiadi dan Dandim 1310 Bitung Letkol Armed Yoki Efriandi, M.Han.
Jenis kelamin jantan, dengan usia delapan tahun.
Ini merupakan tahap awal, dengan harapan akan berkelanjutan pelepasliaran rusa lagi.
Sebelum di lepasliarkan di TWA Batu Angus, sudah dilakukan kajian habitat dimana lokasi itu ternyata merupakan habitat utama rusa dan cocok untuk satwa Rusa.
Ia menjelaskan, kawasan TWA Batu Angus adalah kawasan konservasi, fungsi utama perlindungan hayati, pariwisata dan rekreasi.
Ia berharap, dengan di lepasliarkan 10 ekor rusa akan eksis di alam dan menjadi bagian dari edukasi ke pungunjung yang berwisata.
Sehingga tidak ada gesekan perburuan Rusa oleh masyarakat sekitar.
Terkait dengan perburuan rusa, pihak harap ada kerjasama semua pihak untuk sosialisasi ke masyarakat terkait bagiaman keberlanjutan satwa rusa yang di lepas dan populasi yang ada.
"Pasca di lepasliarkan 10 ekor rusa, BKSDA Sulut akan bentuk tim monitoring untuk mengetahui pergerakan dan perkembangan mereka di TWA Batu Angus Bitung," janjinya.
Tim itu, nantinya akan meliat eksisting atau keberadaan rusa yang sudah ada sebelumnya di lokasi TWA Batu Angus.
Kasrem 131 Santiago Kolonel Inf Yarnedi Mulyadi, berpendapat pelepasliaran 10 ekor rusa ini adalah hal yang unik.
"Biasa rusa di buru tapi ini di lepas," kara Kasrem 131 Santiago Kolonel Inf Yarnedi Mulyadi.
Pihaknya akan terus mendukung dan apresiasi, kegiatan tanam menanam dan memelihara lingkungan serta yang berkaitan dengan perlindungan satwa liar. (crz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kegiatan-pelepasliaran-10-ekor-rusa-jenis-timorensis-di-twa-batu-angus-kota-bitung.jpg)