Kecelakaan Lalu Lintas
Kecelakaan Pukul 13.45 WIB, Pemotor Hendak Menyalip Tapi Oleng dan Tabrak Truk dari Arah Berlawanan
Terjadi kecelakaan di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban, Jawa Timur.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Insiden kecelakaan terjadi di Tuban, Jawa Timur.
Lokasi tepatnya terjadi di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban.
Kecelakaan pada Senin (5/6/2023), sekitar pukul 13.45 WIB.
Akibat kecelakaan nahas tersebut seorang pemotor dan penumpang motor Astrea nopol S-4046-HP mengalami luka hingga harus dibawa ke rumah sakit.
Kronologi kecelakaan ini pun terungkap.
Kecelakaan tersebut diketahui melibatkan pemotor dengan truk.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Ipda Eko Sulistyono, mengatakan semula motor Astrea S-4046-HP yang dikendarai Priyoto (28) warga Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Tuban, berpenumpang Efendi, warga Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, Tuban, melaju dari arah timur.
Baca juga: Kronologi Nenek 80 Tahun Tewas Dihantam Kereta Api, Masinis Sudah Bunyikan Klakson Berkali-kali
Saat mendahului mobil tidak diketahui yang melaju searah di depannya, pengemudi tidak konsentrasi penuh dan oleng ke kanan.
Kemudian mengalami kecelakaan lalu lintas dengan truk gandeng nopol G-1787-GF yang dikemudikan Wisnu Satria (24) warga Desa Pasar Batang, Kecamatan/Kabupaten Brebes, yang melaju dari barat.
"Begitu pemotor Astrea oleng lalu menabrak truk dari arah berlawanan, karena tidak konsentrasi depan," ujarnya kepada wartawan.
Perwira pertama itu menjelaskan, akibat kecelakaan tersebut, pengendara dan penumpang Astrea mengalami luka ringan, dan dibawa ke rumah sakit.
Polisi yang datang di lokasi langsung meminta keterangan sejumlah saksi.
Adapun untuk kerugian materi yang ditimbulkan yaitu Rp 2 juta.
"Barang bukti yang kita amankan yaitu kendaraan, STNK dan SIM. Tidak ada korban meninggal," pungkasnya.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Fiersa Besari, Hampir Terjun ke Jurang, Tapi Selamat Lantaran Ini
Cara Menghindari Kecelakaan
Saat ini jalan raya merupakan salah satu tempat yang tidak aman terutama untuk pengemudi kendaraan bermotor.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengungkapkan, pengendara harus menyadari bahwa jalan raya merupakan tempat berbahaya, otomatis ada tingkat kewaspadaan terhadap kemungkinan kecelakaan meningkat.
“Jika tahu bahwa aktivitas berkendara merupakan hal yang berbahaya, kewaspadaan pasti akan meningkat.
Kesadaran ini membuat pengeemudi mempersingkat waktu di jalan raya,” ujar Jusri belum lama ini kepada Kompas.com.
Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya.
1. Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
2. Kurangi potensi distraksi saat berkendara.
3. Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.
4. Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah pindah jalur.
5. Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
6. Antisipasi blindspot pada kendaraan.
7. Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
8. Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
9. Jangan lawan arus.
10. Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.
(*)
Baca juga: Kecelakaan Maut Pukul 11.30 WIB, Pemotor Wanita Tewas Terlindas Tronton setelah Rem Mendadak
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com
Baca Berita Lainnya : Google News
Baca Berita Tribun Manado : di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Terjadi-kecelakaan-di-Jalan-Panglima-Sudirman-Kelurahan-Kingking-Kecamatan-Tuban.jpg)