Sosok ES Pria yang Ditangkap Densus 88, Kerap Pindah Masjid, Sering Terima Tamu Bukan Warga Setempat
Tak menunggu lama Densus 88 berhasil menangkap dan membuka siapa sosok yang diduga teroris.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Densus 88 kembali menangkap seorang pria asal Tulung Agung.
Itu lantaran ia diduga terlibat dalam aksi terorisme, hingga meresahkan orang banyak.
Saat ditangkap, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa buku jihah dan panah.
Baca juga: Tiga Orang Teroris Jaringan Al Qaeda Osama bin Laden Diringkus Densus 88 Polri
ILUSTRASI - Sosok teroris asal Tulung Agung, memiliki kepribadian yang baik namun jarang bergaul.(Tribunnews/Irwan Rismawan)
Densus 88 pun menguak siapa sebenarnya ES pria yang ditangkap tersebut.
Ada perilaku yang dianggap masyarakat sangat aneh dan cukup berbeda.
Satu di antaranya ES kerap berpindah masjid.
Selain itu, ia kerap menerima banyak tamu yang tak dikenali oleh masyarakat.
Baca juga: Terduga Teroris di Banyuwangi Ternyata Seorang Pengacara, Kini Ditangkap Densus 88
TERKUAK sosok yang diduga teroris asal Tulung Agung baru saja ditangkap oleh Densus 88.
Sosok teroris tersebut nampaknya sudah membuat warga resah lantaran sikapnya yang aneh.
Oleh sebab itu membuat Densus 88 bertindak untuk mengungkap siapa sosok tersebut.
Tak menunggu lama Densus 88 berhasil menangkap dan membuka siapa sosok yang diduga teroris.
Baca juga: Densus 88 Tembak Mati Dua Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah di Lampung
Menurut pengakuan beberapa warga, sosok yang diduga teroris tersebut memiliki kepribadian yang baik.
Namun sayangnya sosok tersebut jarang sekali berkumpul dengan warga sekitar.
Bahkan ia juga sering menerima banyak tamu yang terlihat misterius.
Siapakah sosok yang diduga teroris tersebut?
ES (41), warga Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri, pada Minggu (4/6/2023) sekitar pukul 12.05 WIB, karena diduga terlibat kegiatan terorisme.
Kapolres Tulungagung, AKBP Eko Haryanto membenarkan soal adanya penangkapan tersebut.
"Betul, (penangkapan dilakukan) langsung Densus Jakarta (Mabes Polri)," kata Eko, dikutip dari TribunJatim.com, Minggu (4/6/2023).
Sementara itu, salah satu warga, RK mengatakan, ES merupakan penyedia jasa servis mobil di dekat tempat pemakaman Desa Boro.
Dia menceritakan, ES ditangkap polisi saat sedang mengendarai sepeda motor dalam perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan shalat Dzuhur.
"Langsung ditangkap terus dibawa sama sepeda motornya," ujar RK.
Sosok ES
Warga sekitar mengenal ES sebagai orang yang baik, namun dia diketahui kerap tak datang jika diundang untuk menghadiri kenduri.
"Orangnya baik, keluarganya juga baik, tapi kalau diajak kenduri pasti tidak mau," ucap RK.
Selain itu, dia menambahkan, ES pun disebut kerap menerima tamu, terutama tiap hari Minggu, namun tamunya kerap berbeda dan bukan warga setempat.
Berpindah-pindah masjid
Warga lainnya, Yamadi (85) mengaku sering melaksanakan shalat berjamaah dengan ES.
Menurutnya, ayah tiga orang anak itu paling rajin untuk shalat Subuh.
Dia mengungkapkan, ES juga punya kebiasaan unik, dia akan mendatangi masjid yang lebih dulu mengumandangkan azan.
"Pokoknya mana yang azan pertama, dia datangi masjid itu. Jadi masjidnya juga pindah-pindah," ungkapnya.
Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri dikabarkan menangkap seorang terduga teroris berinisial ABU (52) di Jalan Kalimas Madya III Nyamplungan, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (2/6/2023).
Ketua RT 02 Nyamplungan, M. Abri membenarkan salah satu tetangganya yang berinisial ABU itu telah diamankan oleh anggota kepolisian di dekat rumahnya, pada sekitar pukul 08.00 WIB.
"Diamankan, 07.30 WIB sudah ditangkap,
Setahu saya di rumahnya. Iya sekitar rumahnya. Jam 09.30 WIB mereka jemput saya ke sini," pungkas Abri, Sabtu (3/6/2023).
MENGKHAWATIRKAN! Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Surabaya, Polisi Sita Buku Jihah dan Panah
GEGER! Densus 88 Mabes Polri baru saja menangkap seseorang yang diduga teroris di Surabaya.
Aksi Densus 88 ini dilakukan karena banyak warga yang curiga dengan yang diduga teroris tersebut.
Diketahui, diduga teroris tersebut berinisial ABU berusia 52 tahun.
Ia ditangkap di kawasan Pabean Cantian, Surabaya.
Densus 88 dengan sigap langsung menangkap teroris tersebut.
Saat itu pula polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang ikut disita.
Salah satunya ada buku bertemakan Jihah dan panah.
Seperti apa kronologinya?
Densus 88 Mabes Polri dikabarkan menangkap seorang terduga teroris berinisial ABU (52) yang bermukim di Jalan Kalimas Madya III Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya pada Jumat (2/6/2023) kemarin.
Informasi yang dihimpun SURYA.CO.ID, ABU ditangkap oleh anggota kepolisian saat hendak bepergian menggunakan fasilitas layanan ojek online (Ojol) sekitar pukul 08.30 WIB.
Penangkapan terhadap ABU, dilakukan oleh anggota kepolisian tepat di depan gang utama permukiman rumahnya, atau tepat di gapura depan bertuliskan Jalan Kalimas Madya III.
Setelahnya, ABU diamankan ke dalam mobil kepolisian untuk dibawa ke suatu tempat.
Sekitar pukul 09.30 WIB, anggota kepolisian berjumlah lebih banyak melakukan penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang di dalam rumah ABU.
Ketua RT 02 Nyamplungan, M Abri membenarkan, bahwa salah seorang tetangganya berinisial ABU diamankan oleh anggota kepolisian sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (2/6/2023) kemarin, di dekat rumahnya.
"Diamankan, setengah 8 sudah ditangkap,
Setahu saya di rumahnya. Iya sekitar rumahnya. Jam setengah 10 mereka jemput saya ke sini," ujar Abri saat ditemui di kediamannya, Sabtu (3/6/2023).
Setelah proses penangkapan tersebut, Abri menambahkan, dirinya diajak anggota kepolisian untuk menyaksikan proses penggeledahan dan penyitaan sejumlah barang bukti di rumah ABU.
Proses penggeledahan dan penyitaan tersebut berlangsung sekitar dua jam,
Sebelum jarum jam menunjukkan angka 12, sebagai tanda masuk ibadah salat Jumat, proses penggeledahan yang dimulai sejak pukul 09.30 WIB itu rampung.
"Saya ditunjukkan surat perintah penggeledahan. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar," jelasnya.
Berdasarkan pengamatan dan proses penggalian informasi selama dilibatkan oleh anggota kepolisian menyaksikan mekanisme penggeledahan tersebut, Abri menyebutkan, anggota kepolisian menyita sekitar 43 buku yang bertemakan jihad, Negara Islam dan beberapa buku bacaan karangan Abu Bakar Ba'asyir.
Ia mengetahui tema buku-buku yang disita tersebut, karena sempat melihat sampul buku-buku tersebut seusai digeledah dari beberapa sudut ruangan rumah ABU, seperti ruang kamar anak ABU dan area ruang tamu depan.
Buku-buku yang disita itu, dikemas dalam wadah plastik menyerupai karung berwarna hitam berukuran besar.
Lalu diangkut dalam mobil anggota kepolisian.
Selain buku, lanjut Abri, anggota kepolisian juga mengamankan sebuah benda busur dan anah panahnya.
Sesuai pengamatannya di lokasi, hanya satu busur dan lima anak panah yang disita.
"Iya ada panah. Ujungnya memang sangat tajam,
Tapi tadi saya lihat di ujung kampung pas ada lomba. Artinya menurut saya, panah ya wajar, olahraga. Itu juga kalau tidak salah diamankan," lanjutnya.
Selama kurun waktu dua jam melakukan penggeledahan, tidak ada tindakan offensif yang dilakukan oleh anggota keluarga ABU.
Hanya saja saat anggota kepolisian mulai menyita dan membawa buku-buku tersebut, Abri mengungkapkan, kakak kedua ABU bernama Said meminta agar buku-buku tersebut segera dikembalikan jika urusan perkara hukum adiknya rampung.
Pernyataan yang disampaikan oleh kakak ABU itu, juga didengar oleh anggota kepolisian.
Dan beberapa orang anggota menyampaikan jawaban secara normatif.
Bahwa proses penyitaan yang dilakukan, merupakan bagian dari langkah hukum. Dan, benda-benda sitaan tersebut akan dikembalikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
"(Perlawanan secara sporadis) itu enggak ada. Iya hanya protes, ini buku beli, kalau sudah selesai mohon dikembalikan,
Polisinya bilang, ya kami periksa kalau memang tidak terbukti kami kembali. Kalau terbukti ya kami lanjutkan," pungkas Abri.
Sementara itu, kakak kedua ABU, Said Umar mengatakan, adiknya itu ditangkap anggota kepolisian saat hendak mengantar pakaian untuk anak ABU yang sedang bersekolah di salah satu SD swasta di kawasan Jalan Benteng, Ujung, Semampir, Surabaya.
ABU ditangkap saat berada di atas boncengan ojol yang dipesan oleh sang adik dari depan rumah. Dan disergap saat melintas keluar dari gapura depan gang permukiman rumahnya, berjarak kurang dari 50 meter.
"Dia mau ke pondok anaknya. Tapi saya curiga ojol itu intel," ujar Said saat ditemui awak media di kediamannya, Sabtu (3/6/2023) malam.
Mengenai buku-buku yang disita, Said mengaku tidak mengetahui alasan anggota kepolisian menyita tersebut, termasuk beberapa lembar dokumen. Padahal, beberapa buku yang di sita itu ada juga milik pribadinya.
"Enggak ngerti,
Buku-buku cerita yang dibawa, ya sudah,
Campur,Satu lemari itu campur. Ada buku dia, ada buku saya,
Iya kitab-kitab, ada lembaran-lembaran kertas apa enggak tahu. Saya lihat 5 biji, saya enggak tahu," jelasnya.
Kemudian mengenai busur dan anak panah yang disita, Said menegaskan benda itu bukan senjata milik adiknya, melainkan alat olahraga di sekolah dari anak ABU atau keponakannya yang memang sudah lama tidak terpakai.
"Panah itu, punya anaknya sekolah di AR (inisial sekolah),
Di suruh gurunya. Ada (panah) yang plastik, tapi gak dibawa. Iya alat olahraga di sekolahan. Sudah enggak dipakai sejak lama. Ya 1 set itu," ungkap Said.
Said tak menampik, bahwa adiknya itu ditangkap atas kasus dugaan tindakan terorisme.
Namun, mengenai langkah hukum yang dilakukan oleh pihak keluarga. Dirinya memilih pasrah dan berserah diri kepada Tuhan.
"Gak ada, kami kehabisan uang. Saya cuma mau ngomong sama Allah. Mudah-mudahan dihancurkan yang menyuruh. Anaknya, turunannya,
Kalau sudah dihancurkan, mudah-mudahan gila," pungkasnya. (Kompas.com/ Muhammad Syahrial)
Artikel ini telah tayang di TribunNewsmaker.com
Kecelakaan Maut, Seorang Imam Masjid Meninggal, Truk Rem Blong Tabrak Korban |
![]() |
---|
Sedihnya Ustaz Dasad Latif, Uang yang Ditabung buat Bangun Masjid Diblokir PPATK: Menyusahkan Rakyat |
![]() |
---|
Terekam CCTV Detik-detik Seorang Pria Curi Kotak Amal Masjid, Awalnya Pelaku Sempat Lakukan Ini Dulu |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Dua ASN Terduga Teroris di Aceh Merupakan Petinggi Jaringan dan Pengelola Dana |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Peran Dua Terduga Teroris di Aceh yang Ditangkap Densus 88, Terlibat Pendanaan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.