Bacaan Alkitab
Bacaan Alkitab Subuh - Kejadian 8:1-5 Nuh, Air Bah dan Kita
Nuh adalah keturunan ke sepuluh dari Adam lewat anaknya Set. Dia adalah cucu dari manusia tertua di dunia yakni Metusalah dan anak dari Lamekh.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Kejadian 8:1-5
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nuh adalah keturunan ke sepuluh dari Adam lewat anaknya Set. Dia adalah cucu dari manusia tertua di dunia yakni Metusalah dan anak dari Lamekh. Nuh adalah cicit dari Henokh, orang yang hidup takut akan Tuhan dan tidak mati, tapi terangkat hidup-hidup ke sorga.
Nuh sangat dikasihi Allah karena dia hidup benar dan tidak bercela di hadapan Tuhan, di antara orang-orang sezamannya. Dan dia hidup bergaul dengan Allah. Dia memiliki 3 orang anak, yakni Sem, Ham dan Yafet.
Di zaman Nuh itu, manusia hidup jahat. Kehidupan di bumi sudah rusak dan penuh dengan kekerasan. Manusia semata-mata hanya hidup memikirkan kejahatan.
Maka menyesallah Allah menciptakan manusia dan bumi dengan segala isinya. Allah pun menghukum bumi dan manusia yang jahat serta segala isinya.
Allah membinasakan semuanya, kecuali Nuh dan keluarganya, yakni isterinya dan anak-anaknya serta isteri anak-anaknya dengan semua binatang, hewan dan burung-burung berpasang-pasangan. Bumi akan ditenggelamkan dengan air bah nan dahsyat.
Tetapi Allah mengasihi Nuh yang hidup benar. Untuk meluputkannya, Allah memerintahkan dia membangun bahterah di atas pegunungan. Nuh mengikuti semua perintah Tuhan dan membangun bahtera sepanjang 300 hasta atau sekitar 135 m.
Semua orang mengejek dan menghina Nuh. Tapi Nuh tetap taat kepada Tuhan.
Sampai akhirnya waktu air bah itu tiba. Setelah bahtera itu selesai di bangun, Nuh dan keluarganya serta hewan, binatang dan burung itu masuk di dalamnya.
Butuh waktu 1 minggu untuk memuatnya. Sebab, seminggu setelah semuanya rampung, Allah membuka semua mata air di berbagai penjuru dunia. Hujan lebat menutupi bumi selama 40 hari lamanya tanpa henti.
Air pun menutupi bumi dan ketinggiannya mencapai 15 hasta di atas gunung yang paling tinggi saat itu. 150 hari atau sekitar 5 bulan lamanya, bahtera itu mengapung di atas air bah. Dan seluruh bumi dengan segala makhluknya termasuk manusia, mati binasa, lenyap ditelan air bah.
Karena Allah mengasihi orang yang hidup benar dan mengasihi-Nya, Dia pun mengingat Nuh bersama keluarga dan seisi bahtera yang terapung berbulan-bulan itu.
Maka Allah menutup semua mata air samudera raya serta tingkap-tingkap langit, dan berhentilah hujan lebat dari langit itu.
Seiring dengan berhentinya hujan lebat dan ditutupnya mata air samudera, makin surutlah air itu. Pada bulan ketujuh hari ke 17, kandaslah bahtera itu di pegunungan Ararat.
Pegunungan Ararat saat ini terletak di Turki. Kemudian pada tanggal satu bulan kesepuluh, Nuh melihat dan menyaksikan puncak-puncak gunung yang berbulan-bulan tertimbun dan tertutup air.
Demikian firman Tuhan hari ini.
Maka Allah mengingat Nuh dan segala binatang liar dan segala ternak, yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu, dan Allah membuat angin menghembus melalui bumi, sehingga air itu turun.
Ditutuplah mata-mata air samudera raya serta tingkap-tingkap di langit dan berhentilah hujan lebat dari langit, (ay 1-2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/renungan-bacaan-alkitab-kamis-1-juli-2021.jpg)