Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Raya Waisak 2023

Perayaan Waisak di Manado, Umat Buddha Gelar Tradisi Pindapata, Berikut Maknanya! 

Menurut Ketua Panitia Waisak di Vihara Dhammadipa Manado bernama Virya Nongkaw, Pindapata merupakan tradisi memberi sedekah bagi pada biksu.

Penulis: Nielton Durado | Editor: Rizali Posumah
Dokumentasi Vihara Dhammadipa Manado.
Tradisi Pindapata di Manado. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Satu lagi tradisi yang selalu dilakukan umat Buddha di Vihara Dhammadipa Manado, pada saat perayaan Hari Waisak, Minggu 4 Juni 2023. 

Tradisi tersebut diberi nama Pindapata. 

Menurut Ketua Panitia Waisak di Vihara Dhammadipa Manado bernama Virya Nongkaw, Pindapata merupakan tradisi memberi sedekah bagi pada biksu.

Kegiatan Pindapata dilakukan di sekitar Vihara Dhammadipa Manado dipimpin Yang Mulia Bhikkhu Anando Aggadipo.

Sejumlah warga terlihat memberikan sedekah. 

Pindapata diyakini dapat menambah kebajikan bagi keduanya.

Baik penerima maupun pemberi sedekah.

"Jadi ini tradisi yang selalu dilakukan pada perayaan Waisak," ujarnya. 

Ia berharap melalui tradisi Pindapata, baik penerima ataupun pemberian bisa mendapatkan kebajikan. 

"Besar harapan kami dengan dilakukannya tradisi ini, baik penerima ataupun pemberi bisa mendapatkan kebajikan," tegas dia. 

Sebelumnya diketahui umat Buddha di Manado mengikuti kebaktian peringatan hari raya Tri Suci Waisak 2567 BE.

Ratusan lilin pelita dinyalakan sebagai simbolis penerangan.

Dalam kebaktian ini umat Buddha juga melakukan Pradaksina yaitu kegiatan mengelilingi vihara sebanyak tiga kali.

Pradaksina yaitu bentuk penghormatan dengan mengelilingi vihara sebanyak tiga kali.

Pradaksina dilakukan untuk menghormati Buddha Rupang dengan membawa lilin dupa dan bunga. (Nie)

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved