AIDS di Sulut
1.414 Homoseksual Terjangkit HIV/AIDS di Sulawesi Utara
Sebanyak 1.414 homoseksual terjangkit HIV/AIDS di Sulawesi Utara periode 1997-Desember 2022. Hal itu karena jumlah LGBT bertambah pesat di Manado.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Penularan HIV/AIDS di kalangan homoseksual cukup tinggi di Sulawesi Utara.
Data Dinas Kesehatan Sulut pada periode 1997 hingga Desember 2022, terdapat 1.414 kasus HIV/AIDS yang dipicu perilaku homoseksual.
Jumlah ini adalah yang kedua tertinggi setelah hubungan heteroseksual.
Joni Wuisan, Aktivis HIV/AIDS, menuturkan tingginya penularan di kalangan homoseksual disebabkan pertambahan pesat kaum LGBT di Manado.
"Dalam lima tahun terakhir ini kaum LGBT terus meningkat," kata dia, Minggu (28/5/2023).
Hanya ia meluruskan, bukan orientasi seksual yang menyebabkan LGBT terjangkit HIV/AIDS, tapi aktivitas seksualnya.
Data yang dihimpun tribunmanado.co.id dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Manado serta sejumlah komunitas, jumlah kaum LGBT di Manado mencapai 3.000-an.
Profesi para LGBT ini tak sebatas di salon, tapi banyak juga yang bekerja sebagai karyawan.
Lulut, Staf Dinas Kesehatan Sulut yang membidangi penanganan HIV/AIDS, menuturkan dari 5.125 penderita HIV/AIDS yang terdata dari periode 1997 hingga Desember 2022, sebanyak 1414 dipicu perilaku homoseksual.
Menurut Lulut, pihaknya gencar melakukan sosialisasi serta tracing di kalangan homoseksual untuk membatasi penularan HIV/AIDS.
Suka Duka Pendamping Orang dengan HIV/AIDS di Sulawesi Utara
Menjadi pendamping Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah pekerjaan mulia.
Mereka diberi tugas melakukan pendampingan psikososial kepada ODHA.
"Kami senang menjalani tugas ini karena bisa berbagi cerita. Kami punya pergumulan, datang dari latar belakang sama," katanya.
Kendati begitu, apa yang mereka lakukan melebihi tugas pokok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-hivaids-tribunmanadocoid-tribun-manado.jpg)