RHK Rabu 24 Mei 2023
Bacaan Alkitab - Kisah Para Rasul 1:18-20 Jatuh Tertelungkup, Perut Terbelah
Dua pepatah ini cocok dialamatkan kepada Yudas Iskariot, murid Yesus yang mengkhianati Guru Agungnya sendiri.
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Kisah Para Rasul 1:18-20
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kata pepatah: "sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak ada gunanya._ Pepatah lain berbunyi: _"apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur."
Dua pepatah ini cocok dialamatkan kepada Yudas Iskariot, murid Yesus yang mengkhianati Guru Agungnya sendiri. Dia tidak menyangka bahwa akibat ulahnya menjual murah Yesus dengan 30 keping perak itu, Guru Agung mereka tersiksa, menderita dan mati tersalib dengan mengenaskan.
Ketika melihat begitu menderita-Nya Yesus akibat pengkhianatannya itu bahkan hingga Gurunya merenggang nyawa di atas kayu salib, menyesallah dia.
Karena dia tidak menyangka bahwa begitu sadisnya perlakuan yang dilakukan para ahli Taurat, tua-tua Yahudi dan imam-imam kepala terhadap Yesus yang memang dia tahu tidak pernah melakukan dosa dan kesalahan.
Yudas mengaku telah bersalah dan berdosa atas tindakannya itu dan mengembalikan uang yang dia terima dari hasil pengkhianatannya itu. Tetapi mereka menolak uang itu.
Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Uang itu akhirnya digunakan membeli tanah untuk kuburan orang asing yang di sebut sebagai Tanah Tukang Periuk atau Tanah Darah. (Mat 27:1-10)
Sayangnya penyesalan akan segala dosanya itu tidak disertai dengan pertobatan sehingga dia sebenarnya masih memiliki ruang dan waktu atau kesempatan memperbaiki diri untuk mendapatkan pengampunan dan keselamatan dari Tuhan.
Tapi dia memilih jalan menghabisi dirinya sendiri. Dia jatuh tertelungkup dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah keluar. Kematiannya sungguh mengenaskan. Dia melakukan dan merasakan semuanya itu karena pelanggarannya sendiri.
Peristiwa tentang kematiannya itu menjadi viral pada waktu itu. Semua orang mengetahui proses kematian-Nya, terutama mereka yang ada di Yerusalem.
Mereka juga tahu hal ikhwal pembelian tanah tersebut, sehingga tanah di mana dia mati itu disebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama," yang artinya Tanah Darah. Itulah yang terjadi pada Yudas Iskariot si pengkhianat itu.
Dia meregang nyawa dengan cara yang memalukan dan menjadi viral ketika itu.
Hal inilah yang telah dibuktikan oleh apa yang dinubuatkan oleh raja Daud dalam kitab
Mazmur 69:25: _"Biarlah perkemahan mereka menjadi sunyi, dan biarlah kemah-kemah mereka tidak ada penghuninya."_ Roh Kudus telah mengatakan semuanya itu kepada Daud ratusan tahun sebelumnya. Tetapi itu tetap terjadi ketika Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
Yudas menerima akibat yang pantas dia terima akibat pelanggarannya. Dia mati menderita dan tak wajar. Bahkan sampai menghabisi dirinya sendiri, tanpa pertobatan.
Dia menyesali dosa dan kejahatannya tapi tidak mau memperbaiki dengan bertobat, malah dia memilih jalan pintas dan akhirnya dia harus menerima siksa dalam kematian yang mengenaskan dan tak wajar bahkan menerima konsekwensi atas perbuatannya itu yang bersifat kekal.
Demikian firman Tuhan hari ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Kisah-Yudas-Iskariot-Salah-Seorang-Murid-Yesus-yang-Menjabat-Sebagai-Bendahara.jpg)