Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

Survei Charta Politika: Isu Piala Dunia U-20 Sempat Rusak Elektoral Ganjar Pranowo, Disalib Prabowo

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat kehilangan 12 juta suara karena menolak Israel bermain dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
IST
Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri memakaikan peci kepada Ganjar Pranowo usai penetapan capres PDIP di Istana Batu Tulis, Jumat (21/04/2023). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat kehilangan 12 juta suara karena menolak Israel bermain dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Penolakan tersebut membuat Indonesia batal menjadi tuan rumah perhelatan akbar tersebut.

Hal tersebut sesuai dengan temuan lembaga survei Charta Politika.

Hasilnya, penolakan tersebut membuat elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami guncangan elektoral yang cukup besar.

PPP Minta Jatah Cawapres setelah Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres Pilpres 2024. Potret momen Ganjar Pranowo berfoto bersama politisi PPP.
PPP Minta Jatah Cawapres setelah Dukung Ganjar Pranowo sebagai Capres Pilpres 2024. Potret momen Ganjar Pranowo berfoto bersama politisi PPP. (Dok. Istimewa)

"Pada saat ramai isu Piala Dunia U-20 terjadi yang namanya guncangan atau tsunami politik yang berpengaruh secara elektoral. Karena kalau kita lihat dari biasanya, Ganjar Pranowo ini selalu diangka yang bisa dikatakan solid, jauh dari dua nama yang lain," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam konferensi pers virtual, Senin (15/5/2023).

Dalam temuan surveinya, kata Yunarto, Ganjar Pranowo mengalami penurunan yang cukup drastis.

Yakni, elektabilitas Ganjar Pranowo yang semula 37,8 persen pada bulan Februari 2023 menjadi 31,4 persen pasca penolakan tersebut pada April 2023.

Dengan kata lain, Ganjar Pranowo mengalami penurunan sebesar 6,4 persen suara.

 
Adapun angka itu mengalami penurunan sekiar 12 juta suara secara nasional akibat penolakan Israel di piala dunia U-20.

"(Ganjar) mengalami penurunan yang cukup drastis dari 37,8 persen di bulan Februari, menuju 31,4 persen. Jadi turunnya ini sekitar 6,4 persen. Itu kalau kita akumulasikan 6,4 persen itu dengan jumlah pemilih hampir 200 juta, berarti penurunan sekitar 12 juta," jelasnya.

Lebih lanjut, Yunarto menambahkan penurunan itu membuat Prabowo Subianto sempat menyalip elektabilitas Ganjar Pranowo pada April 2023.

Sebab, Eks Danjen Kopassus itu mendapatkan limpahan elektoral akibat sikap Ganjar tersebut.

Baca juga: Warga Kena Prank, Pengobatan Ida Dayak di Alun-Alun Kidul Jogja Ternyata Tidak Ada

Baca juga: Polres Minsel Pasang Plang Tanda Bahaya, Cegah Kecelakaan di Lokasi Rawan

"Pak Prabowo di Bulan April yang ada di angka 33,1 persen di atas mas Ganjar Pranowo. Sementara mas Anies, apakah mendapatkan limpahan atau insentif elektoral dari terjadinya kekisruhan U-20 yang merugikan mas Ganjar? ternyata tidak. Mas Anies dalam situasi itu pun terus mengalami proses penurunan cukup konstan," katanya.

Namun dalam survei terbarunya, elektabilitas Ganjar Pranowo telah mengalami kenaikan dengan perolehan 38,2 persen pada Mei 2023.

Gubernur Jawa Tengah tersebut kembali menyalip posisi Prabowo Subianto yang kini memperoleh 31,1 persen, Anies Baswedan 23,6 persen dan tidak jawab 7,1 persen.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved