Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Kristen

Renungan Kristen Keluaran 14:15-16 Tuhan Buka Jalan Saat Tiada Jalan

Setelah 430 tahun hidup di Mesir, orang Israel harus pulang dalam kesusahan. Ketika Yusuf menjadi perdana menteri, sebanyak 70 orang

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Pexels/Photo by Jack Krzysik
Renungan harian hari ini 

  Keluaran 14:15-16
TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah 430 tahun hidup di Mesir, orang Israel harus pulang dalam kesusahan. Ketika Yusuf menjadi perdana menteri, sebanyak 70 orang mereka pergi ke Mesir.

Mereka berkembang sangat cepat. 603.550 orang laki-laki berusia produktif dan siap berperang keturunan Yakub itu pulang ke negerinya. Itu di luar anak-anak, perempuan dan orang-orang tua. Sehingga diperkirakan mereka pulang ke Mesir jumlahnya semua mencapai sekitar 2 juta jiwa.

Setelah 430 tahun itu Firaun yang berikut tidak mengenal kepahlawanan Yusuf. Yang ada padanya adalah ketakutan jumlah orang Israel yang banyak dan menjadi ancaman bagi mereka.

Renungan Harian
Renungan Harian (Pexels.com)

Maka mereka dipaksa bekerja rodi, dijajah dengan sadis. Allah mengasihi mereka dan membebaskan mereka dari perbudakan dan memakai Musa sebagai alat-Nya bersama Harun kakaknya untuk membawa keluar bangsa yang besar itu menuju Tanah Perjanjian.

Tapi semua itu tidak gampang. Butuh perjuangan berat meyakinkan bahkan melawan Firaun yang sangat berkuasa. 10 tulah bagi negeri itu yang kemudian baru mampu mengancam Firaun untuk melepas rombongan raksasa itu pulang ke negerinya. Itupun tidak tulus.

Sebab akhirnya, ketika mereka telah pergi, Firaun menyesal melepas mereka. Sebab tidak ada lagi yang mengerjakan tugas rodi mereka.

Baca juga: Renungan Harian, Keluaran 32:7-8, Tetap Setia Sekalipun Ada Kekecewaan

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Amsal 31:25‭-‬26, Seperti Apakah Hikmat

Akhirnya Firaun mengejar mereka dengan pasukan kereta dan pasukan berkuda. Ketika itu orang Israel sedang berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon. Dan tampaklah bagi mereka pasukan Firaun mengejar mereka.

Secara manusia itu sangat menakutkan. Karena mereka terjebak. Di kiri dan kanan adalah padang gurun yang luas, di depan mereka adalah pasukan tentara Firaun lengkap dengan persenjataannya, sedangkan di belakang mereka adalah hempasan laut yang luas dan dalam, yakni laut Teberau.

Saat itulah mereka menyumpahi Musa. Mereka menyerang Musa dan meminta agar Musa memulangkan mereka kembali ke Mesir. Sebab mereka lebih suka mati dan menderita di Mesir daripada mati di padang gurun di makan burung gagak.

Mereka berseru dengan bersungut-sungut kepada Tuhan. Karena mereka berpikir mereka semua akan habis binasa di sana. Tidak ada lagi jalan bagi mereka untuk selamat karena mereka sudah terkepung tak berdaya dan tinggal menunggu kematian massal di padang gurun.

Allah mendengar sungut-sungut bangsa itu. Tuhan melihat perlakuan dan perkataan mereka yang menghujat Musa sekaligus Allah yang membebaskan mereka.

Karena itu Allah menegur Musa. Sebab, apa yang dilakukan oleh pasukan Firaun itu terjadi seizin Tuhan.

Karena Allah mengeraskan mereka, sehingga mereka tahu dan menyadari bahwa Allah orang Israel adalah Allah yang amat sangat maha kuasa. Dialah yang membebaskan umat Israel dari kekuatan besi Firaun.

Maka Allah menegur Musa dan berfirman kepada-Nya agar mereka segera berangkat dari perkemahan itu dan menyeberang laut merah atau laut Teberau itu.

Hal itulah yang menjadi pusat kekuatiran dan ketakutan orang Israel. Bahwa mereka tidak.mungkin bisa lilos dari kejaran tentara Mesir atau pasukan Firaun, karena mereka terhalang oleh laut yang lebar dan dalam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved