Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

WhatsApp

6 Modus Penipuan Terbaru Melalui WhatsApp, Memakan Korban dengan Kerugian Hingga Puluhan Juta Rupiah

Berikut ini sederet modus penipuan melalui WhatsApp yang sudah memakan korban dengan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Editor: Erlina Langi
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
illustrasi Aplikasi WhatsApp 

TRIBUNMANADO.CO.ID Berikut ini sederet modus penipuan melalui WhatsApp.

Bahkan lewat modus seperti ini, sudah ada korban dengan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Seperti diketahui, WhatsApp kini telah menjadi aplikasi pesan instan yang tengah populer.

Hal ini ternyata membuat sebagian oknum justru menggunakannya untuk kejahatan.

Modus penipuan melalui pesan WhatsApp marak terjadi dan banyak memakan korban.

Baca juga: Cara Membuat Link WhatsApp dengan Pesan Otomatis, Cocok untuk Pengusaha

Aplikasi WhatsApp
Aplikasi WhatsApp (businessinsider.com)

Terbaru, modus penipuan yang digunakan adalah dengan mengirimkan pesan WhatsApp dan menyuruh korban untuk menyelesaikan tugas dengan hanya menyukai (like) dan berlangganan (subscribe) di akun YouTube tertentu.

6 Modus penipuan melalui WhatsApp

1. Penipuan resi dari pihak Ekspedisi

Modus penipuan melalui pesan WhatsApp yang pertama ada penipuan resi dari kurir atau ekspedisi pengirim paket. 

Dalam modus ini, pelaku akan berpura-pura menjadi kurir untuk mengantarkan paket dengan mengirimkan file berformat APK (Android Package Kit) yang bertuliskan "foto resi".

Dilansir dari Kompas.com (6/12/2022), modus penipuan jenis ini disebutkan dapat membobol isi rekening korban pengguna m-Banking kemudian menguras habis semua saldonya tanpa korban sadari.

Selain itu, korban juga mengaku bahwa dirinya tidak pernah menjalankan atau membuka aplikasi apa pun.

Tak hanya itu, korban juga mengatakan bahwa dirinya tidak ada perintah untuk mengisi user ID atau kata sandi pada situs lain.

Sementara itu, Pakar Konsultan Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan, modus penipuan ini bertujuan mencuri One-Time Password atau OTP yang biasa dikirim melalui SMS.

Saat korban mengklik file dari pelaku, file tersebut akan terinstal dan memiliki tampilan meyakinkan seperti salah satu jasa ekspedisi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved