Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

2 Tahun AARS

Richard Sualang Akui Masih Banyak PR yang Harus Dituntaskan di Kota Manado Sulawesi Utara

Wakil Wali Kota Manado mengakui masih banyak PR bagi kepemimpinannya bersama Andrei Angouw. Berikut beberapa daftarnya.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
Pemkot Manado
Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang, menjawab soal dua tahun kepemimpinannya bersama Wali Kota Manado, Andrei Angouw.

Ia mengaku masih banyak yang perlu dikerjakan untuk Kota Manado.

"Banyak PR yang perlu dilihat, baik masalah sampah, lalu lintas, air bersih. Berusaha kita kerjakan, supaya program-program sesuai visi dan misi bisa tercapai," jelasnya, Rabu (10/5/2023).

Richard Sualang ke depan masih fokus untuk menjadikan Kota Manado lebih maju dan sejahtera.

"Target kita masih seperti itu, demi Kota Manado yang lebih baik ke depannya," jelasnya.

Berbagai prestasi telah ditorehkan Andrei Angouw dan Richard Sualang selama 2 tahun ini.

Namun, di sisi lain masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu dituntaskan, seperti masalah pungutan liar di sekolah, pelayanan di Disdukcapil Manado, hingga yang terakhir soal dugaan korupsi pembangunan Pasar Bersehati Manado.

Pungli di Sekolah

Andrei Angouw menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Aset Satuan Pendidikan, Kamis (23/2/2023).

Andrei Angouw kala itu menyampaikan pengelolaan dana BOSP dan aset satuan pendidikan harus menjadi perhatian bersama dan penggunaannya harus tepat sasaran.

Andrei Angouw berharap pungli ditiadakan, baik kepada orang tua siswa maupun pada siswa sendiri.

Andrei Angouw juga berhadap agar jalur komunikasi antar pemerintah dan kepala-kepala sekolah dapat berjalan dengan baik dan saling memberikan masukan terhadap kinerja masing-masing.

Sebelumnya, Richard Sualang saat melantik para kepala Sekolah menyinggung masalah pungli.

Dia berharap tidak ada lagi laporan tentang pungutan-pungutan liar.

"Guru-guru yang ada di sekolah harus dikontrol dan dibina supaya fokus pada tujuan utama untuk mendidik dan mengajar murid di sekolah," ujarnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved