Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bacaan Alkitab

Bacaan Alkitab - Kejadian 39:1-2 Jalan Hidup Orang Benar Pasti Sukses

Yusuf adalah salah satu dari 13 anak Yakub (termasuk Dina). Selain ganteng, Yusuf juga baik hati, jujur, tulus dan apa adanya,

Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
pixabay.com
Bacaan Alkitab 

  Kejadian 39:1-2
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yusuf adalah salah satu dari 13 anak Yakub (termasuk Dina). Selain ganteng, Yusuf juga baik hati, jujur, tulus dan apa adanya, dan terutama takut akan Tuhan. Dia juga rajin dan hidup benar.

Karena itu, ia sangat disayangi ayahnya Yakub, melebihi saudaranya yang lain. Apalagi dia anak Yakub dari Rahel, isteri yang sudah payah dia peroleh dari pamannya Laban dengan pengorbanan waktu, tenaga dan harta.

Tingkah laku saudaranya yang tidak baik, selalu disampaikan Yusuf apa adanya kepada ayahnya. Bahkan beberapa mimpinya yang seakan-akan menceritakan bahwa dia akan menjadi pemimpin di antara mereka membuat kakak-kakaknya marah dan membenci dia.

Berdoa Kepada Tuhan sebagai yang berkuasa atas hidup kita
Berdoa Kepada Tuhan sebagai yang berkuasa atas hidup kita (Tribun Manado/Indra Sudrajat)

Apalagi Yusuf selalu dikenakan jubah yang mahal oleh ayahnya. Sehingga kelihatan ada perbedaan di antara mereka.

Karena memuncaknya kebencian mereka kepada Yusuf, maka mereka merencanakan membunuhnya. Namun ini batal, karena mereka masih sayang kepadanya. Akhirnya, mereka jual Yusuf kepada orang Midian.

Dan ketika orang Midian tiba di Mesir, mereka menjual Yusuf kepada Potifar, seorang pegawai Istana Fir'aun, kepala pengawal raja. Proses ini tentu tidak seringan yang kita baca, kita dengar.

Sebab hal jual beli manusia, bahkan budak sekalipun sangat menyesakkan hati. Apalagi yang menjualnya adalah kakak-kakaknya sendiri. Jadi sangat menderita Yusuf ketika itu.

Tapi karena dia sosok yang takut akan Tuhan, setia dan taat kepada Allah, rendah hati dan tulus, dia selalu dipelihara oleh Tuhan. Apa saja yang dikerjakannya, dibuat Tuhan berhasil atau sukses, tanpa kecuali. Hal ini dia awali ketika dia berada di rumah Potifar.

Hari-hari pertama tentu meyakinkan, karena dia seorang yang sudah "lunas dibeli." Sehingga diapakan saja oleh Potifar tentu bebas. Tetapi Yusuf melakukan semuanya dengan baik dalam takut akan Tuhan.

Itulah yang membuat dia disertai dan dipelihara oleh Tuhan. Dan, akhirnya dia berhasil merebut hati Sang kepala pengawal raja.

Dia sukses dalam perannya. Maka Potifar memercayakan semua tanggungjawab rumahnya, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan dan manajemen rumah tangganya kepada Yusuf.

Bahkan hanya isterinya saja yang tidak diserahkan Potifar kepada Yusuf (ay 9). Jadi, Yusuf yang tulus, jujur dan baik hati, meski dibenci dan dijual, tetapi dia berhasil merebut kasih Allah yang memeliharanya, sehingga dia berhasil di perantauan (Mesir).

Padahal, semula perannya tak lebih dari seorang budak (belian) saja.

Kisah awal kehidupan yang sangat memilukan dia jalani di rumah Potifar. Tapi dia tekuni dengan hati yang tulus dalam takut akan Tuhan. Dia memraktikkan cara hidup yang benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan membuat semua yang dia kerjakan berhasil.

Dimulainya dari rumah Potifar. Jatuh dan dijatuhkan dengan berbagai cara, dia tidak pernah takut.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved