Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Renungan Harian Kristen

Renungan Harian Kristen, Baca 1 Korintus 3:20-21, Hal Kemegahan

Semua umat manusia adalah ciptaan Tuhan. Kalau kita ada sebagaimana adanya kita sekarang, itu karena Tuhan yang berkenan atas kita.

Tayang:
Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
thegoodbook.com
Renungan Harian Kristen, Baca 1 Korintus 3:20-21, Hal Kemegahan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap hari adalah kebutuhan sekaligus kewajiban dari pengikut Kristus.

Sebab banyak hal yang diajarkan dalam Alkitab soal kehidupan.

Berikut rekomendasi renungan harian Kristen berjudul Hal Kemegahan

Baca juga: Renungan Harian, Mazmur 25:15, Dilepaskan dari Jerat

Baca 1 Korintus 3:20-21 sebagai ayat referensi

Semua umat manusia adalah ciptaan Tuhan. Kalau kita ada sebagaimana adanya kita sekarang, itu karena Tuhan yang berkenan atas kita.

Dialah yang menganugerahkan ilmu pengetahuan, hikmat, akal budi dan segala sesuatu yang kita punyai saat ini.

Manusia memang belajar dan menemukan banyak hal, tetapi manusia bukan yang menciptakan. Sebab Sang Kreator Agung, hanya satu: Tuhan. Dialah pencipta segalanya.

Baca juga: Renungan Harian Keluarga – 1 Korintus 3:22-23 Umat Tuhan Memiliki Janji-Nya

Inovasi, kreasi dan apapun yang ada sekarang, ditemukan oleh manusia. Bukan diciptakan. Allah menciptakan segalanya, kemudian manusia yang mengembangkan menjadi produk inovasi dan sebagainya sebagai temuan.

Tuhan tahu semua yang kita lakukan. Termasuk rancangan orang-orang yang belajar hikmat ataupun yang sudah berhikmat secara duniawi.

Dan, sesungguhnya segala hikmat manusia itu semuanya sia-sia. Mengapa? Karena hikmat itu dan segala sesuatu yang kita punyai, sifatnya sementara. Tidak kekal dan pada waktunya akan hilang lenyap.

Apapun rancangan orang berhikmat, sesungguhnya, tanpa Tuhan sia-sia dan tak berguna. Manusia boleh merancang apapun dalam hidupnya, tapi sesungguhnya semuanya sia-sia kalau Tuhan tidak berkenan.

Baca juga: Renungan Harian Kristen, Mazmur 56:4, Bagaimana Melawan Rasa takut

Segala sesuatu, ada dalam kekuasaan dan kehendak serta otoritas Allah. Itulah sebabnya dikatakan bahwa Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat, dan sesungguhnya semuanya itu hanyalah sia-sia belaka.

Itulah sebabnya Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus agar jangan ada orang yang memegahkan dirinya atas sesamanya. Allah menyiapkan dan menganugerahkan segala sesuatu untuk kita.

Bukan karena kuat dan gagahnya kita sehingga kita sehat dan hidup menikmati banyak hal di dunia ini. Tapi semuanya itu hanya karena anugerah Kristus saja.

Jadi jangan ada orang yang merasa lebih dari yang lain dan menganggap karena dirinya sendiri sehingga dia mendapatkan segala sesuatu di dunia ini, termasuk keluarga, pelayanan dan pekerjaan, dll.

Allah menganugerahkan berkat melimpah bagi kita. Bukan karena kita layak, tapi karena Dia yang berkenan.

Maka jangan memegahkan diri dengan semuanya itu. Semua yang Tuhan anugerahkan bagi kita menjadi milik kita, itu harus disyukuri.

Bukannya menjadi kesombongan dan kemegahan diri serta menganggap semuanya kita dapatkan karena kekuatan sendiri.

Allah juga mengaruniakan berbagai keistimewaan dan kelebihan kepada masing-masing kita, termasuk talenta dan banyak lagi.

Yang Paulus maksudkan adalah, semua yang sudah Tuhan karuniakan itu, janganlah digunakan untuk kemegahan diri.

Tapi dimanfaatkan dan digunakan untuk hormat dan kemuliaan Tuhan. Karena semua yang sudah Tuhan beri kepada kita adalah milik kita, namun jangan sampai kita lupa diri dalam menikmati dan manfaatkannya.

Gunakanlah semuanya sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan. Bukan dalam kemegahan diri.

Demikian firman Tuhan hari ini.

Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:" (ay 20-21)

Tuhan menganugerahkan segalanya bagi kita gratis, tapi berlimpah. Dia menyediakan semuanya itu karena cinta dan kasih-Nya yang tiada terbatas bagi kita.

Semua talenta, karunia itu jangan dijadikan sebagai kemegahan diri. Justeru kita harus sadar diri dan tahu diri bahwa apa yang kita punya berasal dari Kristus.

Karenanya, megahkanlah Tuhan, bukan diri kita. Dialah yang layak dan pantas kita megahkan dan agungkan. Karena Dialah Sumber segala sumber kehidupan manusia.

Sebab Dia berkuasa bukan hanya di bumi, tapi sampai selamanya. Itulah sebabnya, kemegahan yang sesungguhnya harus kita persembahkan kepada Allah. Dengan apa yang Tuhan beri itu, kita kembalikan untuk memegahkan dan memuliakan Dia.

Sebagai orang Kristen, umat Tuhan, murid Yesus, jauhkanlah dari diri kita untuk memegahkan diri, menyombongkan hal sebenarnya bukan berasal dari kita.

Justru kita harus memegahkan Dia yang memberikan segalanya itu bagi kita. Jangan merasa diri benar.

Karena itu, kita harus hidup rendah hati. Milikilah hati sebagai hamba. Berilah kemuliaan kepada Tuhan. Megahkanlah Dia dalam segala hal dan senangkanlah Dia dengan terus hidup berkenan kepada-Nya.

Setia dan taat kepada Dia, membuat kita terus menikmati kasih karunia-Nya. Kita pasti diberkati selamanya. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved