Sains
Habitatnya Banyak Diambil, Berikut Penjelasan Ahli tentang Ular Memakan Manusia
Kasus ular memakan manusia beberapa kali terjadi di Indonesia. Berikut penjelasannya hingga ular bisa memakan manusia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Indonesia kita beberapa kali mendengar kasus ular piton menyerang manusia.
Bahkan, ular tersebut dikabarkan memakan manusia.
Kasus terakhir, yaitu pada tahun 2022, seorang wanita tewas di dalam perut ular piton.
Kejadian tersebut menimpa perempuan berusia 52 tahun di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi.
Kasus-kasus tersebut terjadi bukan tanpa alasan.
Berikut penjelasannya tentang ular memakan manusia.
Ular jarang memakan manusia
David Penning, asisten profesor biologi di Missouri Southern State University mengatakan, di lingkungan alami, fenomena ular memakan manusia sangat jarang terjadi.
Dilansir dari Live Science, kasus-kasus ular raksasa liar yang mengincar manusia sebagai mangsa meningkat saat manusia mengambil lebih banyak habitat satwa liar untuk menciptakan lahan pertanian dan pemukiman.
Dengan demikian, masyarakat yang tinggal di dekat hutan hujan lebih mungkin untuk berdampingan dengan ular liar.
Baca juga: Meidy Lensun Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Serbaguna GMIBM Imanuel Modayag Boltim
Baca juga: Ingat Syarifah Khaerunnisa? Dulu Viral Tolak Lamaran Pria India, Kini Jadi Istri Imam Masjid
Bagaimana ular memakan manusia?
Ular sanca batik berburu di area yang berbau seperti mangsanya. Kemudian, ular sebagai pemburu penyergap menunggu mangsa datang sebelum menyerang dengan gigi melengkung dan melilitkan tubuh kuat mereka di sekitar korban, yang dapat menyebabkan serangan jantung dan kematian.
Namun, bagi ular, menelan seluruh mangsanya lebih mudah dilakukan dengan mangsa khas ular, seperti hewan pengerat, rusa, babi hutan dan bahkan monyet, dibandingkan dengan manusia, kata Brad Moon, profesor biologi di University of Louisiana, Lafayette.
Pasalnya, mudah bagi ular untuk melebarkan rahangnya untuk menelan binatang yang kecil atau yang secara bertahap bertambah besar ukurannya dari kepala hingga bokong.
Sebaliknya, bahu manusia yang berbentuk persegi mungkin menyulitkan ular untuk menggerakkan mulutnya.

Dengan halangan bahu ini, serta ukuran besar beberapa manusia, ular sanca umumnya tidak menyerang manusia.
Tetapi, jika manusianya berukuran kecil dan ular pitonnya besar, mungkin panjangnya lebih dari 6 m, ada kemungkinan ular tersebut dapat membunuh dan kemudian memakan manusia.
Ular juga memiliki sistem pencernaan yang sangat unik, yang dapat mengembangkan banyak energi untuk meningkatkan kapasitas pencernaannya. Dengan demikian, ular dapat mencerna segalanya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengulik Kisah Ular Makan Manusia, Kok Bisa?".
Baca berita lainnya di: Google News.
Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.
Kenapa Langit Malam Tak Terang Seperti Siang? Ilmuwan Ungkap Jawaban Mengejutkan |
![]() |
---|
Kehidupan di Laut Mati, Ada Bakteri hingga Alga |
![]() |
---|
Fakta-Fakta Rafflesia Arnoldii, Bunga Terbesar di Dunia |
![]() |
---|
Jenis-Jenis Hewan yang Bisa Menghasilkan Listrik, Kebanyakan Ikan |
![]() |
---|
Dipenuhi Berbagai Jenis Limbah, Berikut Daftar Sungai Terkotor di Dunia, Ada 1 di Indonesia |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.