Renungan Kristen
Renungan Kristen - Kejadian 2:15-17 Ketaatan Kepada Allah Harus Lahir dari Hati
Adam sebelum jatuh dalam dosa, mempunyai hubungan yang baik dengan Allah. Allah menempatkannya di taman Eden (ayat 15) dan diberikan tanggung jawab
Penulis: Aswin_Lumintang | Editor: Aswin_Lumintang
Kejadian 2:15-17
"tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati". (17)
TRIBUNMANADO.CO.ID - Adam sebelum jatuh dalam dosa, mempunyai hubungan yang baik dengan Allah. Allah menempatkannya di taman Eden (ayat 15) dan diberikan tanggung jawab untuk bekerja di bawah pengarahan Allah dalam memelihara ciptaan-Nya yang lain.
Namun hubungan harmonis di antara Allah dengan manusia ini rusak karena Adam dan Hawa tidak taat (Kej. 3:6, 14-19). Adam diingatkan bahwa ia akan mati jika melanggar kehendak Allah dan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (ayat 17).
Ancaman kematian ini harus diterima dengan iman berdasarkan firman Allah karena Adam belum melihat kematian manusia.
Sama halnya dengan Adam, dalam kehidupan kita saat ini Allah juga memberikan ujian moral. Perintah itu menempatkan kita di hadapan suatu pilihan tegas untuk percaya atau tidak percaya, untuk taat atau tidak taat kepada perintah dan kehendak Allah.
Banyak contoh dalam Alkitab yang memperlihatkan akibat dari sikap yang tidak taat pada perintah Allah.
Adam harus keluar dari taman Eden. Contoh lain Saul yang tidak mengindahkan perintah Allah yang disampaikan Samuel kepadanya. Akibatnya ia tidak menjadi raja lagi (1 Samuel 13:13-1). Jadi selama kita memercayai firman Allah dan taat maka kita akan memiliki hidup kekal dan hubungan yang bahagia dengan Allah.
Ketaatan kepada Allah harus lahir dari sikap hati yang benar.
~ Allah menghendaki anak-anak-Nya menaati-Nya dan mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa dan akal budi dan dengan segenap kekuatan (Markus 12:30).
~ Allah menginginkan orang percaya dengan kehendak bebasnya memutuskan “dengan segenap hati” untuk taat kepada-Nya.
------------------------------------------------------------------
Saudara & sobatku yg kekasih
Ketaatan yang menyertai kebebasan itu adalah dalam rangka menjaga dan memelihara bukan saja taman Eden, tetapi juga menjaga dan memelihara kehidupan manusia itu sendiri.
==================================
Baca juga: Renungan Harian, Mikha 7:7, Keyakinan dalam Masa Penantian
Ketaatan kita sebagai syukur kita kepada Allah, Sang Pencipta, Penebus dan Pemelihara, akan berdampak luas bagi kehidupan kita, kehidupan sesama bahkan seluruh ciptaan.
Manusia sebagai gambar Allah seharusnya memelihara taman Eden (2:15), tetapi dalam kenyataannya mereka harus diusir dari taman dan justru para kerubimlah yang akhirnya menjaga taman Eden (3:24).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kisah-adam-dan-hawa-manusia-pertama-di-muka-bumi-dan-dosa-pohon-pengetahuan.jpg)